Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Paus Benediktus XVI Curhat: Lawan Ingin Membungkam Saya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Mei 2020 06:42 6:42 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Mei 2020 06:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan Paus Benediktus XVI, yang dikenal sebagai seorang tradisionalis, menuding lawan-lawan ingin “membungkamnya” ketika dia menentang perkawinan homoseksual. Hal itu diungkapkan bekas pemimpin tertinggi umat Katolik Roma sedunia itu dalam buku biografinya yang dirilis di Jerman hari Senin (4/5/2020).

Rohaniwan berusia 93 tahun itu, yang nama aslinya adalah Joseph Ratzinger, mengklaim dalam buku “Benedict XVI-A Life” bahwa dirinya menjadi korban dari “distorsi ganas terhadap kenyataan” dalam reaksi-reaksi terhadap intervensi-intervensinya dalam perdebatan teologis.

“Pemandangan reaksi-reaksi yang berdatangan dari teologi Jerman sangat menyesatkan dan berniat buruk sehingga saya lebih suka untuk tidak membicarakannya,” kata Ratzinger, yang memilih mengundurkan diri dari kursi kepausan di Vatikan yang seharusnya didudukinya sampai mati.

“Saya lebih memilih untuk tidak menganalisis alasan sebenarnya mengapa orang-orang ingin membungkam suara saya,” kata Ratzinger seperti dilansir AFP.

Gereja Katolik cabang Jerman sejak lama dipimpin oleh rohaniwan yang berjiwa lebih reformis dibanding tradisionalis kaku yang sangat kental diasosiasikan kepada Ratzinger.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menduduki kursi Paus di Vatikan dari tahun 2005 sampai 2013, dia kerap dikritik akibat sikapnya terhadap Islam dan masalah-masalah sosial, dan dituding meremehkan upaya modernisasi dalam tubuh Gereja Katolik yang digaungkan penerusnya Paus Fransiskus.

Dalam bukunya itu dia berupaya membantah tuduhan-tuduhan tersebut, mengatakan bahwa “persahabatan pribadinya dengan Paus Fransiskus tidak hanya sudah berlangsung lama tetapi juga tumbuh berkembang.”

Bulan Februari, Benediktus XVI terseret ke dalam intrik Vatikan ketika sekretaris pribadinya dicoret dari lingkaran dalam Paus Fransiskus.

Sebagian pengamat menuding mantan pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu “nebeng di belakang sopir”, ketika namanya muncul dalam sebuah buku yang membela aturan selibasi pendeta –yang merupakan topik panas di lingkungan Katolik— bersama dengan nama Kardinal Robert Sarah, rohaniwan Katolik asal Guinea yang dikenal sangat konservatif.

Setelah menimbulkan kontroversi selama 48 jam, Benediktus XVI akhirnya meminta agar namanya dihapus dari sampul buku tersebut, bagian pendahuluan dan konklusi yang ditandatangani bersama.

Sekarang dalam biografinya, Benediktus XVI kembali memprotes perkawinan homoseksual.

“Satu abad silam, siapa saja menganggap absurd untuk membicarakan soal perkawinan homoseksual. Pada masa kini, mereka yang menentangnya dikucilkan dari masyarakat,” kata Benediktus XVI dalam buku biografinya terbaru itu, yang menyamakan kekejian homoseksual dengan aborsi dan upaya penciptaan manusia di dalam laboratorium (contoh teknologi cloning, red).

Dilahirkan dan dibesarkan di negara bagian Bavaria, Jerman, Ratzinger memutuskan mengundurkan diri pada akhir Februari 2013 di tengah-tengah terkuaknya beribu-ribu kasus pedofilia yang dilakukan para rohaniwan Katolik di seluruh dunia, dengan alasan fisik dan pikirannya yang sudah menua tidak memungkinkannya untuk melanjutkan tugas berat kepausan. Tekanan terhadap Ratzinger semakin menguat terlebih ketika abangnya, yang juga rohaniwan Katolik, kabarnya terlibat –langsung maupun tidak langsung– dalam puluhan hingga ratusan kekerasan fisik dan pedofilia yang disembunyikan di gereja tempatnya bertugas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:katolikPaus Benediktus XVIpedofiliavatikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dunia Berubah karena Covid-19, Warren Buffett Buang Semua Saham Penerbangan
Tulisan selanjutnya Banggar DPR Setujui Perppu Covid-19 Jadi UU, Cuma FPKS Menolak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?