Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Laporan: Rusia, Turki, Iran setuju untuk menyingkirkan Assad

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 Mei 2020 14:37 2:37 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 Mei 2020 14:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com –Dewan Urusan Internasional Rusia (RIAC) mengharapkan Rusia, Turki dan Iran akan mencapai konsensus untuk menyingkirkan pemimpin rezim Suriah, Bashar Al-Assad. Mereka bersepakat membangun genjatan senjata sebagai imbalan untuk membentuk pemerintahan transisi yang meliputi oposisi, anggota rezim dan Pasukan Demokratis Suriah (SDF).

Lembaga yang diketahui dekat dengan pemegang keputusan di pemerintah Rusia, mengatakan dalam sebuah laporannya bahwa sebuah organisasi bernama Yayasan untuk Perlindungan Nilai-nilai Nasional, yang berafiliasi dengan layanan keamanan dan kantor Presiden Vladimir Putin, telah melakukan jajak pendapat di Suriah lapor Middle East Monitor (MEMO).  Ini akan mengirim pesan politik yang sangat jelas, menyampaikan bahwa rakyat Suriah tidak ingin Assad tetap menjadi presiden.

Laporan itu menyatakan bahwa, sejak awal intervensi militernya di Suriah, Moskow ingin menghindari tampil sebagai pelindung Assad. Laporan menambahkan bahwa dalam negosiasi negara itu menekankan bahwa “rakyat Suriah akan memutuskan apakah atau tidak Assad akan tetap berkuasa”.

Rusia menjadi lebih serius dalam membuat perubahan di Suriah, jelas RIAC, setidaknya karena melindungi Assad telah menjadi sebuah beban.  Kantor berita Rusia Tass menjelaskan: “Rusia menduga bahwa Al-Assad tak hanya tidak mampu lagi memimpin negara, namun juga kepala rezim Suriah itu menyeret Moskow ke dalam skenario Afghanistan, yang merupakan kemungkinan yang sangat membingungkan bagi Rusia.”

Sementara, tambah kantor berita itu, Iran yang sedang menderita sanksi-sanksi AS, tidak tertarik untuk mencapai stabilitas di seluruh wilayah, karena menganggapnya sebagai medan perang dengan Washington. TASS menganggap bahwa sementara Moskow siap untuk menggunakan Assad untuk menegosiasikan kesepakatan yang menjamin kepentingannya; itu mengorbankan rakyat Suriah untuk memastikan bahwa Assad tetap berkuasa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut TASS, Assad tidak dapat menolak tuntutan Rusia, jadi ia membuat mereka mendengar apa yang ingin mereka dengar, tetapi pada akhirnya, ia mengimplementasikan tuntutan Teheran. Kantor berita Rusia itu menekankan bahwa Moskow bekerja pada kombinasi skenario termasuk skenario yang melihat kekuatan yang ada di Suriah saling menerima ruang lingkup pengaruh satu sama lain. Akibatnya, Suriah akan tetap terbagi menjadi wilayah yang dilindungi oleh Teheran dan Moskow, wilayah oposisi yang didukung oleh Turki, dan Eufrat Timur yang didukung oleh Washington dan SDF, TASS menjelaskan.

Ini menunjukkan bahwa opsi kedua membutuhkan penarikan lengkap semua pasukan asing dan penyatuan negara setelah mencapai transformasi politik sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2254. TASS menganggap bahwa opsi ini lebih murah untuk semua pihak.  Turki telah lama menyerukan penyingkiran Al-Assad sebagai prasyarat untuk mengakhiri operasinya di Suriah. *

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadiranrusiasuriahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Ungkap Peran Negara Arab Membakar Libya
Tulisan selanjutnya Islam; Jejak Samar dalam Sejarah Pendidikan Nasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?