Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aljazair Minta Prancis Meminta Maaf atas Penjajahan Masa Lalu

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 7 Juli 2020 09:19 9:19 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 7 Juli 2020 09:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Aljazair menunggu permintaan maaf atas penjajahan Prancis terhadap negara Afrika Utara itu, Presiden Aljazair mengatakan, mengungkapkan harapan atas apa yang akan dibangun Emmanuel Macron berdasarkan tawaran perdamaian baru-baru ini.

Akhir-akhir ini, dunia ramai-ramai memeriksa kembali warisan kolonialisme dipicu oleh peristiwa pembunuhan Mei atas seorang warga Afrika-Amerika George Floyd yang tidak bersenjata oleh seorang perwira polisi kulit putih, yang kemudian menimbulkan protes massa di seluruh dunia.

“Kami telah memiliki setengah permintaan maaf. Langkah selanjutnya diperlukan … kami menunggu,” kata Presiden Abdelmadjid Tebboune, Sabtu (6/7/2020) dalam sebuah wawancara dengan saluran berita France 24, sebagaimana dikutip oleh TheNewArab.

“Saya percaya bahwa dengan Presiden Macron, kita dapat melangkah lebih jauh dalam proses perdamaian … dia adalah orang yang jujur, yang ingin memperbaiki situasi.”

132 tahun pemerintahan penjajah Perancis di Aljazair, dan perang brutal selama delapan tahun yang mengakhiri itu, telah meninggalkan warisan hubungan berduri antara kedua negara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam apa yang dipandang sebagai pencairan hubungan, Aljazair pada hari Jumat (3/7/2020) menerima tengkorak 24 pejuang perlawanan yang dipenggal selama periode penjajahan.

Tengkorak-tengkorak itu akan diletakkan di komplek Syuhada di pemakaman El Alia di ibukota Aljazair pada Ahad (5/7/2020) – peringatan 58 tahun kemerdekaan Aljazair – menurut laporan media.

Tebboune mengatakan bahwa permintaan maaf dari Prancis akan “memungkinkan mencairkan ketegangan dan menciptakan suasana yang lebih tenang untuk hubungan ekonomi dan budaya”, terutama untuk lebih dari enam juta warga Aljazair yang tinggal di Perancis.

Pada Desember 2019, Macron mengatakan bahwa “kolonialisme adalah kesalahan besar” dan menyerukan untuk menutup halaman di masa lalu.

Selama kampanye pemilihan presidennya, ia menciptakan badai dengan menyebut penjajahan Perancis atas Aljazair sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mendesak negara-negara untuk memperbaiki “kekerasan dan diskriminasi selama berabad-abad”.

Penjajahan Eropa, termasuk Perancis di dalamnya, pernah melingkupi 90% teritori di dunia. Hingga kini, dampak atas penjajahan tersebut masih dirasakan oleh banyak negara. Termasuk menyisakan konflik yang berkepanjangan di Palestina.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika UtaraAljazairkolonialismeminta maafpenjajahanPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makin Banyak Orang Inggris Menjadi WN Jerman
Tulisan selanjutnya Bekas Orang Dekat Melania Trump Rilis Buku Ungkap Kekacauan di Gedung Putih

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah

Berita
10 Juli 2026 17:23
Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?