Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat Sepertinya Tak Akan Gunakan Vaksin Covid-19 Buatan China dan Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2020 17:45 5:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Agustus 2020 17:45
Bagikan
Covid 19
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com—Beberapa perusahaan China berada di depan dalam perlombaan pembuatan vaksin Covid-19, sementara Rusia sudah menetapkan target akan meluncurkan vaksin buatannya sendiri pada bulan September 2020. Namun sepertinya Amerika Serikat, negara yang saat ini terdampak pandemi coronavirus paling parah, tidak akan menggunakan vaksin yang dikembangkan para ahli kedua negara itu.

Anthony Fauci, pakar penyakit menular Amerika Serikat, mengatakan sepertinya negaranya tidak akan menggunakan vaksin yang dikembangkan oleh negara lain, di mana sistem regulasinya dianggap jauh lebih tidak transparan dibanding negara-negara Barat.

“Saya sungguh berharap China dan Rusia benar-benar menguji coba vaksinnya sebelum vaksin tersebut diberikan ke orang,” kata Fauci dalam rapat dengan Kongres AS hari Jumat (31/7/2020) seperti dilansir AFP.

Alex Azar, sekretaris Departemen Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan Amerika Serikat, hari Jumat mengumumkan bahwa sebagai bagian dari “Operation Warp Speed” –program percepatan pengadaan obat dan vaksin yang dibutuhkan untuk penanggulangan Covid-19— pemerintah Amerika Serikat akan membayar raksasa farmasi Sanofi dan GlaxoSmithKline (GSK) hingga $2,1 miliar untuk pengembangan vaksin yang cukup untuk 50 juta orang dengan opsi untuk membeli 500 juta dosis tambahan, lansir Reuters.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatchinacoronaviruscovid-19Dr FauciGSKrusiaSanofivaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WHO: Dampak Covid-19 Bakal Terasa sampai Puluhan Tahun Mendatang
Tulisan selanjutnya Semesta Bertalbiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?