Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pekerja China Disuntik Kandidat Vaksin Covid-19 Sejak Juli

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2020 14:26 2:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Agustus 2020 14:26
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com—China sudah memberikan suntikan sejumlah kandidat vaksin Covid-19 kepada sekelompok pekerja terpilih, termasuk staf medis dan petugas inspeksi di perbatasan, selama lebih dari satu bulan, kata seorang pejabat senior kesehatan hari Ahad (23/8/2020).

Pemerintah memberikan otorisasi “penggunaan darurat” kandidat vaksin pada 22 Juli, kata Zheng Zhongwei, direktur pusat pengembangan sains dan teknologi Komisi Nasional Kesehatan, dalam wawancara dengan lembaga penyiaran pemerintah CCTV seperti dilansir South China Morning Post.

Zheng, yang juga ketua sebuah panel pakar yang memberikan nasihat seputar Covid-19 kepada pemerintah, mengatakan keputusan untuk memulai inokulasi terhadap kelompok tertentu tersebut “sejalan dengan undang-undang”.

Dia tidak mengungkapkan kandidat vaksin yang mana yang digunakan atau apakah program itu melibatkan lebih dari satu produk vaksin. Saat ini empat dari tujuh kandidat vaksin yang sedang menjalani tes tahap akhir di seluruh dunia dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan China.

Pekerja kesehatan dan petugas perbatasan termasuk yang dipilih di antara orang-orang pertama yang menerima suntikan kandidat vaksin sebab mereka dianggap yang paling mudah terpapar coronavirus, kata Zheng.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kebanyakan kasus di China sekarang berasal dari luar negeri, jadi petugas perbatasan merupakan kelompok berisiko tinggi,” ujarnya.

Di masa mendatang, program vaksinasi akan dilakukan di kalangan pekerja bidang transportasi dan pelayanan serta di pasar-pasar basah sehingga akan tercipta semacam “imunitas penghalang” bagi penyebaran coronavirus, imbuhnya.

Zheng tidak mengatakan berapa banyak pekerja yang telah diberikan suntikan kandidat vaksin, tetapi dia mengatakan bahwa langkah selanjutnya adalah memperluas skema itu ke lebih banyak orang sebelum memasuki musim gugur dan dingin dan kemungkinan terjadinya lonjakan infeksi.

Komisi Nasional Kesehatan mempertimbangan penggunaan peraturan darurat tersebut pada bulan April, tetapi baru pada 24 Juni mendapatkan izin untuk melaksanakannya.

Sehari sebelumnya, China National Biotech Group (CNBG) diberikan lampu hijau untuk tes tahap ketiga salah satu kandidat vaksinnya di Uni Emirat Arab. Perusahaan milik negara China itu juga mendapatkan izin untuk melakukan uji coba di Bahrain, Peru, Maroko dan Argentina.

Dalam wawancara yang sama dengan Zheng, chairman CNBG Yang Xiaoming mengatakan 20.000 orang ambil bagian dalam uji coba di luar negeri itu dan hasil awal menunjukkan positif.

Perusahaan China lain yang juga sedang melakukan uji coba tahap akhir adalah Sinovac –di Brazil dan Indonesia— dan CanSino Biologics di Rusia.

Produk CanSino dikembangkan bekerja sama dengan Akademi Sains Kedokteran Militer dan pada bulan Juni memperoleh izin untuk disuntikkan di kalangan personel militer.

Bicara tentang harga jual vaksin nantinya, Zheng mengatakan semua vaksin Covid-19 buatan China “terjangkau oleh publik”.

Hal itu diutarakan Zheng setelah Liu Jingzhen, chairman Sinopharm (perusahaan induk CNBG), dikutip koran di Shanghai Guangming Daily hari Selasa lalu mengatakan bahwa harga dua dosis vaksin inaktif yang dikembangkannya sekitar 1.000 yuan ($145), atau jauh di atas harga yang ditawarkan sejumlah pengembang vaksin Covid-19 lainnya.

“Presiden Xi mengatakan vaksin Covid-19 merupakan produk publik. Satu prinsip tentang produk kesehatan adalah mereka diberi harga tidak berdasarkan hubungan persediaan dan permintaan, tetapi berdasarkan biaya produksi ditambah laba yang masuk akal,” kata Zheng.

“Saya bisa katakan kepada Anda bahwa harganya pasti akan lebih rendah dari apa yang dikatakan chairman Liu,” tegas Zheng.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinacoronaviruscovid-19kandidatpekerjavaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aib Tiliklah Film Setelah Tertawa
Tulisan selanjutnya Pengadilan India Batalkan Proses Pidana Kasus Muslim ‘Kambing Hitam’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?