Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasukan Haftar Terus Melanggar Gencatan Senjata Libya

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 3 September 2020 14:53 2:53 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 3 September 2020 14:53
Bagikan
upaya kudeta sudan
Tentara bayaran di Libya
Bagikan

Hidayatullah.com—Tentara Libya pada Rabu (02/09/2020) menuduh milisi pemberontak Jenderal Khalifa Haftar melanggar gencatan senjata untuk kedua kalinya dalam tiga hari, Daily Sabah melaporkan.

“Pasukan kami mendeteksi pelanggaran deklarasi gencatan senjata pada pukul 00:06 (22:06 GMT pada Selasa malam), kedua kalinya dalam waktu kurang dari 72 jam,” kata juru bicara militer Kolonel Mohammad Qanunu dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan milisi pemberontak menembakkan enam roket Grad ke posisi Tentara Libya di barat Sirte.

Qanunu menjelaskan bahwa Tentara Libya “siap dan menunggu instruksi dari komandan tertinggi (Perdana Menteri Fayez Sarraj) untuk menangani dan menanggapi sumber api di tempat dan waktu yang tepat.”

Pada 27 Agustus, Angkatan Darat Libya mengumumkan pelanggaran pertama gencatan senjata oleh milisi Haftar, yang menembakkan lebih dari selusin roket Grad ke posisi militer di barat Sirte.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu, kepala Dewan Tinggi Negara Libya membahas inisiatif gencatan senjata di Libya dengan Menteri Luar Negeri Italia, Selasa (01/09/2020).

Sebuah pernyataan dewan mengatakan bahwa selama pertemuan di Tripoli, Khalid al-Mishri membahas dengan Menteri Luar Negeri Luigi Di Maio “perkembangan situasi politik dan militer di negara itu.”

Topik “inisiatif gencatan senjata yang diusulkan dan kemungkinan untuk melanjutkan dialog politik (di dalam partai Libya)” juga dibahas.

Menurut pernyataan itu, pertemuan tersebut membahas tentang “peran Italia dalam mendorong proses politik ke depan.”

Pada 21 Agustus, Dewan Kepresidenan Pemerintah Libya yang diakui PBB dan Dewan Perwakilan Rakyat yang berbasis di Tobruk, yang mendukung Haftar, menyetujui gencatan senjata segera. Dua pernyataan mereka berbagi poin yang sama, terutama gencatan senjata dan mengadakan pemilihan presiden dan parlemen.

Sementara itu, diplomat tinggi Uni Eropa Josep Borrell mengadakan pertemuan dengan juru bicara parlemen Libya yang ditunjuk sendiri oleh Haftar di al-Qubah.

“Kami membahas bagaimana menyelesaikan konflik secara damai dan melanjutkan dialog politik dalam proses Berlin. Saya menyambut baik komitmen Pembicara untuk menerapkan pemahaman gencatan senjata & mengakhiri blokade minyak,” kata Borrell di Twitter.

Pejabat Uni Eropa juga bertemu dengan Sarraj dan membahas cara-cara untuk meningkatkan proses politik, kembali ke pembicaraan komite militer 5 + 5 dan mencabut blokade minyak.

“UE sangat mendukung proses Berlin, upaya mediasi dan langkah-langkah de-eskalasi, termasuk embargo senjata – elemen kunci untuk mengakhiri konflik Libya,” katanya.

Borrell menyoroti bahwa Libya tetap menjadi prioritas utama bagi UE.

Kuburan Massal Baru Ditemukan

Sementara itu, kuburan massal baru ditemukan di kota Tarhuna di barat daya, yang baru-baru ini dibebaskan dari milisi Haftar, kata Pemerintah Libya pada Rabu (02/09/2020).

“Kuburan itu berisi sisa-sisa mayat yang tak teridentifikasi,” kata Abdul Aziz al-Jaafari, juru bicara Otoritas Umum untuk Penelitian dan Identifikasi Orang Hilang, kepada Anadolu Agency (AA).

Dia mengatakan sejauh ini dua mayat telah digali dari kuburan.

Pemerintah Libya telah beberapa kali menemukan kuburan massal di Tripoli dan Tarhuna setelah kekalahan Haftar dalam serangannya baru-baru ini di ibu kota Tripoli. Pada 16 Juni, pemerintah menemukan 226 mayat di kuburan massal di Tarhuna dan selatan Tripoli.

Pihak berwenang Libya mengatakan bahwa milisi Haftar dan tentara bayaran sekutunya telah melakukan berbagai kejahatan perang dan kemanusiaan dalam periode antara April 2019 hingga Juni 2020.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika Utaragencatan senjataGNAHaftaKonflik LibyaLibya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Zionis Danai Kelompok Rasis anti-Muslim
Tulisan selanjutnya Israel Menahan Jenazah Para Pejuang Palestina Sebagai Alat Negoisasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?