Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Zionis Danai Kelompok Rasis anti-Muslim

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 3 September 2020 13:40 1:40 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 3 September 2020 13:40
Bagikan
[Ilustrasi] Muslimah berjilbab ini memberi bunga terhadap kelompok anti Islam di Amerika
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah kelompok kebencian anti-Muslim menerima dana puluhan ribu dolar dari pemerintah ‘Israel’, menurut dokumen yang didapat oleh majalah progresif Yahudi di AS lapor TRT World (03/09/2020).

Majalah Forward mengatakan dokumen-dokumen menunjukkan Israel menyerahkan 40.000 dolar AS atau sekitar 500 juta rupiah dalam bentuk hibah kepada sebuah kelompok Zionis Kristen bernama Proclaiming Justice to the Nations (PJTN). Organisasi ini, yang berbasis di negara bagian Tennessee, terdaftar sebagai kelompok kebencian oleh Southern Poverty Law Centre, yang melacak kelompok kebencian dan rasis lainnya.

Di situsnya, PJTN melobi sekolah-sekolah Amerika untuk menolak pengajaran Islam, mengklaim bahwa anak-anak diindoktrinasi ke dalam agama tersebut. Kelompok ini juga sangat pro-Israel, berkampanye melawan gerakan boikot yang menargetkan Israel atas perlakuannya terhadap Palestina, yang dikenal sebagai Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

PJTN telah melobi legislator AS untuk menentang BDS, menyebut gerakan non-kekerasan tersebut sebagai “keji” dan “anti-Semit”. Kelompok ini adalah pemain penting dalam keputusan legislatif negara bagian Tennessee pada tahun 2015 untuk mengutuk mereka yang menyerukan boikot Israel.

Kelompok ini mengklaim dirinya “berdiri di sisi yang benar dalam mendukung Israel dan tidak akan melepas dukungan itu. Tanah ‘Israel’ adalah perjanjian abadi dengan Tuhan.” Pendirinya, Laurie Cardoza-Moore, adalah yang paling getol melakukan kampanye untuk menghentikan pembangunan masjid di Murfreesboro, Tennessee, dengan tanpa dasar mengklaim itu adalah garis depan para teroris.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Saat itu, Cardoza-Moore mendukung sebuah teori konspirasi yang mengklaim bahwa pihak-pihak yang mendukung masjid adalah mereka yang ingin membalas perang salib. Menurut Forward, kelompok tersebut membantah menerima bantuan langsung dari pemerintah ‘Israel’ tetapi pejabat ‘Israel’ menolak untuk berbicara langsung kepada kelompok tersebut, bersikeras bahwa dana, yang diberikan oleh sebuah perusahaan bernama Concert, dibagikan secara “profesional”.

Majalah tersebut menemukan bahwa para pejabat ‘Israel’ telah menyetujui transfer dana ke PJTN pada Januari tahun ini. Dikatakan kemungkinan tujuan uang itu adalah upaya anti-BDS PJTN di antara orang-orang Kristen Afrika Selatan.

Kelompok pro-Israel telah lama dituduh mendanai jaringan anti-Muslim di AS dan tempat lain, tetapi dukungan langsung dari pemerintah ‘Israel’ jarang terjadi.

BDS dan Israel

Dalam beberapa tahun terakhir, melawan gerakan BDS telah menjadi prioritas kebijakan luar negeri pemerintah ‘Israel’, dengan gembong Zionis Benjamin Netanyahu menggambarkannya sebagai ancaman “eksistensial” bagi ‘Israel’.

Para pendukung BDS mengatakan bahwa gerakan akar rumput ini adalah salah satu dari sedikit cara tanpa kekerasan untuk mengambil sikap menentang pendudukan Israel atas tanah Palestina dan perlakuannya terhadap orang-orang Palestina yang tinggal di dalamnya.

Gerakan ini telah mencetak beberapa kesuksesan terkenal, terutama di antara musisi yang akan tampil di Israel. Pada 2018, penyanyi Lorde dan Lana Del Rey menarik diri dari konser yang direncanakan di Israel setelah protes dari aktivis pro-Palestina.

Di tengah keberhasilan penting seperti itu, ‘Israel’ dan kelompok pro-‘Israel’ telah mulai melobi pemerintah untuk menekan BDS. Di AS, sementara tindakan anti-BDS mendapat dukungan luas di antara politisi dari kedua sisi, terdapat rintangan konstitusional untuk menegakkannya. Ini terkait dengan jaminan kebebasan berbicara dan hak untuk memprotes politik yang terkandung dalam konstitusi AS.

Namun demikian, ada 32 negara bagian AS dengan undang-undang yang mencegah pemerintah melakukan bisnis dengan mereka yang menganjurkan BDS atau bentuk sanksi lain bagi mereka yang menyerukan untuk memboikot ‘Israel’.

Dewan Perwakilan Rakyat AS juga telah mengeluarkan mosi yang mengutuk mereka yang mendukung gerakan BDS.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAnti Muslim di AmerikaASIslam di Amerika SerikatisraelrasismeZionisZionis danai Anti-Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya As-Sisi Sebut Langkah Kesepakatan UEA-‘Israel’ untuk Perdamaian Timur Tengah
Tulisan selanjutnya upaya kudeta sudan Pasukan Haftar Terus Melanggar Gencatan Senjata Libya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?