Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Jegal Kecaman DK-PBB Terhadap Kudeta Militer di Myanmar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Februari 2021 21:22 9:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Februari 2021 15:10
Bagikan
Min Aung Hlaing dan Aung San Suu Kyi
Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing bersama Aung San Suu Kyi
Bagikan

Hidayatullah.com—China telah menjegal pernyataan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang isinya mengecam kudeta militer di Myanmar.

Hari Senin (1/2/2021) militer mengambil alih kekuasaan di Myanmar setelah menangkap tokoh politik Aung San Suu Kyii dan ratusan politisi serta anggota parlemen lainnya.

Sejak itu para pemimpin militer membentuk sebuah dewan tertinggi yang diposisikan membawahi kabinet.

Hari Selasa, DK-PBB menggelar pertemuan tetapi gagal mencapai sepakat soal pernyataan kecaman terhadap kudeta tersebut karena China menolaknya.

Untuk bisa mengeluarkan pernyataan kecaman tersebut DK-PBB harus mendapatkan dukungan China, salah satu anggota tetap dewan itu yang memiliki hak veto.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menjelang pertemuan, utusan khusus Amerika Serikat untuk urusan Myanmar Christine Schraner mengecam keras pengambilalihan kekuasaan oleh tentara setelah militer menolak mengakui hasil pemilihan umum November 2020 yang dimenangkan telah oleh NLD, partai pemerintah pimpinan Suu Kyi.

“Sikap Beijing terhadap situasi ini konsisten dengan skeptisisme keseluruhannya terhadap intervensi internasional,” kata Sebastian Strangjo, penulis dan editor bagian Asia Tenggara di The Diplomat, kepada BBC Rabu (3/2/2021). Beberapa hari terakhir, China telah memperingatkan bahwa sanksi atau tekanan internasional hanya akan membuat situasi semakin buruk di dalam negeri itu.

Sementara China tidak memperoleh keuntungan strategis apabila Myanmar diasingkan oleh Barat, bukan berarti Beijing senang dengan kudeta tersebut, imbuhnya.

“Mereka (China) memiliki pertemanan yang cukup baik dengan NLD dan menginvestikan banyak untuk membina hubungan dengan Aung San Suu Kyi. Kembalinya militer memegang kekuasaan di pemerintahan Myanmar itu artinya pemerintah Beijing harus berhadapan dengan institusi di negara itu yang sejak lama sangat mencurigai gerak-gerik China.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaDewan KeamanankudetamyanmarPerserikatan Bangsa-Bangsa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UEA Uni Emirat Arab Normalisasi dengan Israel
Tulisan selanjutnya Pendiri Google Sergei Brin Buka Family Office di Singapura

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?