Hidayatullah.com—Empat belas orang dihadirkan di pengadilan Belgia dengan tuduhan membantu para pelaku serangan yang menarget sejumlah tempat di Paris pada November 2015. Pihak penyidik berkeyakinan serangan tersebut sebagian besar direncanakan di Belgia, di mana sejumlah pelaku serangan berasal.
Dilansir RFI Rabu (24/02/2021), dalam persidangan tertutup, jaksa federal memutuskan untuk mendakwa 14 dari 20 orang tersangka yang membantu menyediakan transportasi, penginapan atau memberikan dukungan materi kepada para pelaku serangan di gedung pertunjukan Bataclan dan beberapa target lain di Paris yang menewaskan 130 orang.
Serangkaian serangan itu diklaim oleh ISIS alias Daesh alis IS, dan 12 terdakwa akan menghadapi dakwaan “ambil bagian dalam aktivitas kelompok teroris”.
Beberapa orang akan menghadapi dakwaan membantu Salah Abdeslam, satu-satunya pelaku yang masih hidup, bersembunyi sampai dia ditemukan di Brussels dan ditangkap pada bulan Maret 2016. Abdeslam diadili di Brussels pada tahun 2018.
Salah satu dari 14 tersangka itu, Abid Aberkane, dituduh membantu menyembunyikan Abdeslam di rumah ibunya beberapa hari terkahir sebelum penangkapannya. Dakwaan terhadap ibu Abid Aberkane dibatalkan, demikian nb pula empat orang lainnya.
Dua tersangka, Sammy Djedou dan Youssef Bazarouj, yang diyakini sudah tewas saat bertempur bersama ISIS di Suriah, akan diadili secara in absentia.
Jaksa penuntut menuding para terdakwa lain memiliki keterkaitan tidak hanya dengan Abdeslam, tetapi juga dengan para pelaku pemboman di Brussels tahun 2016 yang menewaskan 32 orang.
Keputusan untuk mengajukan mereka ke pengadilan masih bisa digugat. Apabila tidak ada hal lain yang menghalangi, persidangan ke-14 terdakwa itu dapat dimulai pada paruh kedua tahun 2021 di Brussels, yang bersamaan dengan persidangan di Paris atas 20 tersangka lain yang lebih berkaitan langsung dengan kasus serangan Paris 2015 tersebut.
Persidangan akan dimulai 8 September dan berlangsung selama 6 bulan.*