Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Islamofobia: Sejak Peluncuran ‘Peta Islam” Serangan Rasis Meningkat di Austria

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Juni 2021 21:34 9:34 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 Juni 2021 21:34
Bagikan
peta islam rasis
Bagikan

Hidayatullah.com–Serangan dan pelabelan rasis meningkat secara dramatis sejak Austria merilis “Peta Islam” yang kontroversial bulan lalu, kata ketua kelompok komunitas Muslim. Komunitas muslim Austria yang mewakili 800 ribu muslim merasa cemas perkembangan ini.

“Serangan terhadap Muslim meningkat setelah insiden ini. Tanda-tanda buruk digantung di masjid-masjid kami,” kata Umit Vural, presiden Komunitas Agama Islam di Austria (IGGO), pada Sabtu (5/6). “Kami telah mengatakan situs web ini harus dimatikan sesegera mungkin — bahwa itu bisa berbahaya,” kata Vural kepada Anadolu Agency.

Vural mengatakan, kekhawatiran umat Islam selama ini akhirnya terbukti. “Maaf, tapi semua kekhawatiran kami terbukti benar.”

Setelah peta digital yang mengidentifikasi lokasi lebih dari 600 masjid dan asosiasi di sekitar Austria diluncurkan pada 27 Mei, serangan rasis terhadap umat Islam meningkat, terutama terhadap masjid. Simbol-simbol anti-Muslim dilaporkan telah digantung di masjid-masjid di berbagai kota, terutama di ibu kota Wina, dalam dua hari terakhir.

Vural mengatakan meskipun peta bukanlah fenomena baru, dukungan pemerintah yang berkelanjutan terhadap proyek tersebut melalui Pusat Dokumentasi Politik Islam telah membawa masalah ini ke tingkat yang baru. Dia mencatat bahwa peta, yang dapat diambil untuk menunjukkan bahwa “semua Muslim berbahaya,” disiapkan dengan menggunakan data satu sisi, ditambah dengan pejabat yang menyebut setiap Muslim sebagai perwakilan dari “Islam Politik” sesuka hati mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Permintaan koreksi informasi pada peta tersebut diabaikan oleh tim yang melakukan penelitian, kata Vural.

‘Muslim diperlakukan berbeda’

Vural menggarisbawahi bahwa kelompoknya tidak dapat menjelaskan kepada pihak berwenang mengapa berbagai kebijakan, seperti larangan jilbab di sekolah dasar dan pendirian Pusat Dokumentasi Politik Islam, adalah salah. “Kami melihat dengan sangat jelas bahwa umat Islam diperlakukan secara berbeda. Jika kami adalah agama yang diakui secara resmi di sini, kami ingin perlakuan yang sama dengan 15 komunitas agama lainnya, kami tidak ingin perlakuan berbeda atau khusus,” katanya.

Vural juga menggarisbawahi bahwa Muslim adalah bagian dari Austria dan bahwa setiap masalah dapat diselesaikan melalui dialog.

Penekanan pada politik identitas

Martin Weinberger, seorang aktivis di Austria, mengatakan Kanselir Sebastian Kurz dan pemerintahannya memprioritaskan politik identitas, mengabaikan beberapa elemen masyarakat untuk kepentingan identitas tertentu, yang katanya memuncak dengan dirilisnya peta. Weinberger mengatakan bahwa dengan menggunakan istilah “Islam politik”, pemerintah berusaha menggambarkan Muslim sebagai tersangka potensial, sementara Muslim harus menghadapi berbagai langkah “membaca niat” untuk membuktikan bahwa mereka bukan pendukung “Islam politik”.

“Peta Islam tidak didukung oleh Universitas Wina karena bertentangan dengan ilmu pengetahuan,” kata Weinberger, menambahkan bahwa larangan jilbab di sekolah dasar dan penempatan bendera Israel di gedung-gedung negara adalah manifestasi dari politik identitas.

“Itu juga melanggar hukum, kita punya konstitusi, dan konstitusi itu harus dihormati. Untuk alasan ini, kita perlu mengangkat suara kita dengan sangat kuat untuk mencegah kebijakan yang membahayakan umat Islam dan memecah belah negara ini.”

Para pejabat Austria telah membela peta tersebut, yang diluncurkan secara online oleh Kementerian Integrasi Austria, di tengah meningkatnya kritik di dalam komunitas Muslim negara itu. “Ini sama sekali bukan kecurigaan umum terhadap umat Islam. Ini tentang perjuangan bersama melawan Islam politik sebagai tempat berkembang biaknya ekstremisme,” kata Menteri Integrasi Susanne Raab kepada surat kabar WELT Jerman pada hari Selasa.

IGGO, yang mewakili kepentingan sekitar 800.000 Muslim, memperingatkan agar tidak menstigma semua Muslim yang tinggal di negara itu “sebagai potensi bahaya bagi masyarakat dan tatanan hukum demokratis di negara itu.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamofobiaMuslim AustriaPeta Islamserangan rasis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jurnalis Al Jazeera Zionis Bebaskan Jurnalis Al Jazeera yang Ditangkap
Tulisan selanjutnya Puan-Anies atau Anies-Puan, Berjodohkah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?