Hidayatullah.com—Jerman mengatakan sudah merepatriasi delapan wanita, yang bergabung dengan kelompok bersenjata ISIS alias IS, beserta 23 anak dari sebuah kamp di bagian Utara Suriah.
Mereka dibawa kembali ke Jerman dalam sebuah operasi gabungan dengan Denmark, yang merepatriasi 3 wanita dan 14 anak, kata Kementerian Luar Negeri Jerman seperti dilansir BBC Kamis (7/10/2021).
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan para wanita yang direpatriasi itu ditempatkan di dalam tahanan dan akan menjalani penyelidikan kriminal.
Ratusan orang Eropa yang bergabung dengan ISIS saat ini masih berada di kamp-kamp yang dikelola Kurdi di bagian utara Suriah.
Mereka dibawa ke sana, bersama ribuan orang lain yang kehilangan tempat tinggal, setelah ISIS dinyatakan kalah secara teritorial di Suriah dan Iraq pada Maret 2019.
Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan para wanita dan anak-anak itu tiba di bandara Frankfurt pada Rabu malam dari kamp detensi Roj di bagian timur laut Suriah.
Maas mengaku “bahagia” mereka berhasil direpatriasi ke Jerman tetapi “para ibu itu harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka”.
“Anak-anak tidak bertanggung jawab atas keadaan yang mereka alami,” ujar Maas, mengatakan bahwa mereka justru “membutuhkan perlindungan”.
Jerman merepatriasi lima wanita dan 18 anak dari Suriah bersama Finlandia pada bulan Desember 2020, sementara Belgia memulangkan 6 wanita dan 10 anak pada bulan Juli.
Kebanyakan negara Eropa mempertimbangkan repatriasi berdasarkan kasus per kasus, tetapi sebagian lain enggan untuk memulangkan warga negaranya dengan alasan keamanan. Salah satu contoh paling menyolok adalah kasus Shamima Begum. Pelajar Inggris keturunan Bangladesh itu bergabung dengan ISIS pada tahun 2015 dan kemudian dilucuti status kewarganegaraannya oleh Inggris dengan alasan keamanan.*