Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bekerja Sama, ‘Israel’ dan UEA Berencana Kibarkan Bendera di Bulan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2021 10:37 10:37 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 Oktober 2021 10:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Entitas Zionis ‘Israel‘ dan Uni Emirat Arab (UEA) akan bekerja sama dalam misi luar angkasa yang dapat membuat bendera keduanya ditanam di bulan pada tahun 2024, lapor situs berita Ynet pada Selasa (20/10/2021).

Perjanjian kerja sama tersebut, yang akan ditandatangani Rabu, menjadi perkembangan terbaru hubungan antara ‘Israel’ dan UEA sejak Perjanjian Abraham.

Menurut laporan, perjanjian tersebut akan mencakup beberapa proyek luar angkasa termasuk kolaborasi dalam misi Beresheet2 ‘Israel’ ke bulan.

‘Israel’ sejauh ini telah mengumpulkan $70 juta dari investor untuk misi kedua ke bulan, yang akan menelan biaya $100 juta. Misi pertama gagal pada April 2019 setelah pesawat menabrak permukaan bulan ketika berupaya mendarat di satelit Bumi. Menghancurkan harapan ratusan insinyur yang mengerjakan proyek tersebut selama bertahun-tahun.

Misi “Beresheet2” berencana untuk memecahkan beberapa rekor dalam sejarah ruang angkasa global, termasuk pendaratan ganda di Bulan dalam satu misi oleh dua pesawat terkecil yang pernah diluncurkan ke luar angkasa, masing-masing seberat 120 kilogram, dengan setengahnya adalah bahan bakar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagai bagian dari misi, sebuah kapal induk akan diluncurkan ke luar angkasa, dari mana kedua pendarat akan dilepaskan. Salah satunya bertujuan untuk mendarat di sisi terjauh Bulan, yang hanya dicapai China hingga saat ini, kata penyelenggara proyek. Pesawat kedua dijadwalkan mendarat di lokasi yang belum ditentukan di Bulan.

Sementara itu, Menlu ‘Israel’ Yair Lapid mengadakan pertemuan Zoom pada Senin malam dengan Menlu UEA Abdullah bin Zayed, Menlu AS Antony Blinken, dan Menlu India Subrahmanyam Jaishankar.

Keempat diplomat membahas “memperluas kerja sama ekonomi dan politik di Timur Tengah dan Asia, termasuk melalui perdagangan, memerangi perubahan iklim, kerja sama energi, dan meningkatkan keamanan maritim,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price, seraya menambahkan bahwa mereka juga membahas perluasan kerja sama ilmiah.

Uni Emirat Arab menormalisasi hubungannya dengan ‘Israel’ pada 15 September 2020, dengan mengakui Zionis sebagai negara. Presiden AS kala itu, Donald Trump, menjadi penengah kesepakatan tersebut.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abraham Accordisraelmisi luar angkasaUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya aturan umrah Masih Pandemi, Berikut Aturan Baru Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Umrah
Tulisan selanjutnya bmh mangrove Bantu Selamatkan Lingkungan, BMH Terlibat Penanaman 1000 Mangrove di Demak, Jateng

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?