Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Inggris Didesak Segera Tinggalkan Ethiopia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 November 2021 11:39 11:39 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 November 2021 11:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Warga negara Inggris didesak untuk segera meninggalkan Ethiopia di tengah kekhawatiran meningkatnya konflik bersenjata di negara itu.

Pemerintah Inggris juga menyarankan agar warganya tidak melakukan perjalanan apapun ke negara tersebut.

Tidak jelas berapa banyak warga Inggris yang ada di negara itu, tetapi para pejabat memperkirakan jumlah yang ingin keluar dari sana akan mencapai ratusan.

Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kemungkinan akan menjadi lebih sulit untuk meninggalkan Ethiopia dalam beberapa hari mendatang, dan menyarankan warga Inggris untuk meninggalkan negara itu “sementara opsi penerbangan komersial masih tersedia”.

Dalam hal situasi politik atau keamanan memburuk, Kedutaan Besar Inggris kemungkinan hanya dapat memberikan bantuan terbatas. Jangan mengandalkan FCDO untuk mengevakuasi Anda dalam keadaan darurat,” imbuh pernyataan itu, seperti dilansir BBC Selasa (9/11/2021).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Saran agar tidak bepergian ke mana saja di Ethiopia juga telah dikeluarkan – kecuali untuk Bandara Internasional Bole Addis Ababa, yang tetap buka untuk penerbangan lanjutan (transit).

Pasukan pemberontak Tigray People’s Liberation Front (TPLF) beberapa hari terakhir dilaporkan bergerak ke luar Tigray dan ada kekhawatiran mereka bisa mencapai ibukota Addis Ababa.

Konflik dimulai ketika Tigray People’s Liberation Front (TPLF), partai yang berkuasa di wilayah Tigray selama hampir 30 tahun, merasa terusik dengan pemerintah pusat yang sejak 2018 dipimpin oleh Abiy Ahmed.

Abiy menginginkan reformasi besar-besaran, tetapi ketika Tigray menolak, krisis politik meletus menjadi kekerasan. Pembangkangan TPLF dimulai dengan tetap menyelenggarakan pemilu, yang diminta sebelumnya oleh PM Abiy untuk ditunda karena ada pandemi Covid-19.

pada 4 November tahun lalu, ketika Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed memerintahkan serangan militer terhadap pasukan TPLF di wilayah utara Tigray. Dia mengatakan dia melakukannya sebagai respon atas serangan terhadap pangkalan militer yang menampung pasukan pemerintah di sana.

Pekan lalu, pemerintah meminta penduduk Addis Ababa untuk memobilisasi dan melindungi lingkungan mereka saat pemberontak maju ke ibu kota.

Saat ini banyak aktivitas diplomasi yang sedang berlangsung untuk mencoba mengakhiri kekerasan yang telah menyebabkan ribuan kematian, lapor koresponden diplomatik BBC James Landdale.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EthiopiainggrisTigrayTPLF
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya muhammadiyah covid-19 berpuasa Peringati Hari Pahlawan, Haedar Nashir Ingatkan Pentingnya Jaga Persatuan
Tulisan selanjutnya Psikolog: Permendikbudristek 30 Bisa Merusak Tatanan Keluarga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?