Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Atas Nama Sains, Siapa Bersedia Sengaja Ditulari Coronavirus?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Januari 2022 21:05 9:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Januari 2022 21:05
Bagikan
[Ilustrasi] Pasien terjangkit Covid-19
Bagikan

Hidayatullah.com–Uji coba medis pertama di dunia yang diizinkan untuk secara sengaja menularkan coronavirus kepada partisipan, sedang mencari lebih banyak sukarelawan untuk mengembangkan vaksin yang lebih baik.

Dilansir Reuters Rabu (26/1/2022), uji coba yang dilakukan oleh Oxford University itu diluncurkan pada April 2021, tiga bulan setelah Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui apa yang dikenal sebagai “challenge trials for humans involving Covid-19“.

Pada tahap pertama, yang saat ini masih berlangsung, peneliti berupaya menemukan seberapa banyak virus yang dibutuhkan untuk memicu terjadinya infeksi pada manusia. Pada tahap kedua, peneliti berusaha menemukan respon imun seperti apa yang dibutuhkan untuk mengenyahkan infeksi tersebut, kata tim penelitian dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Selasa.

Saat ini para peneliti hampir dapat memastikan kemungkinan infeksi virus terlemah yang membuat sekitar setengah partisipan yang terpapar coronavirus mengalami Covid-19 tanpa gejala (asimptomatik) atau dengan gejala ringan.

Selanjutnya, sukarelawan – yang semuanya sebelumnya pernah terinfeksi secara alami atau sudah divaksinasi – akan diberikan (ditulari dengan sengaja) virus varian original dalam dosis tertentu guna mengetahui kadar antibodi yang diperlukan sehingga tubuh manusia bisa mencegah terjadinya infeksi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ini adalah respons imun yang kemudian perlu kita induksi dengan vaksin baru,” kata Helen McShane, profesor vaksinologi di Oxford University dan kepala peneliti dalam riset tersebut.

Hasil dari uji coba yang dilakukan peneliti nantinya akan membantu untuk pengembangan vaksin dengan lebih cepat dan efisien, kata pernyataan tersebut.

Para ilmuwan telah menggunakan uji coba tantangan manusia selama beberapa dekade untuk mengembangkan perawatan terhadap banyak penyakit menular lain, tetapi ini adalah penelitian pertama yang dilakukan terkait Covid-19.

Kelemahan dari uji coba dengan metode ini adalah risiko bahaya bagi sukarelawan yang tertular penyakit ini. Namun, pihak universitas sudah siap untuk mengambil tindakan pencegahan.

Sukarelawan yang ingin berpartisipasi dalam penelitian ini harus berbadan sehat dan berusia 18-30 tahun. Mereka akan menjalani karantina setidaknya 17 hari, dan partisipan yang mengalami gejala nanti akan diberikan Ronapreve, obat antibodi monoclonal untuk pasien Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Regeneron.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19Oxford Universityuji cobavaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dana Covid-19 Afrika Selatan €800 Juta Dikorupsi
Tulisan selanjutnya PDIP Ajukan Ahok Jadi Calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?