Hidayatullah.com–Omicron, varian coronavirus yang sangat mudah menular sudah merambat ke seluruh negeri Amerika Serikat, mendongkrak angka kematian harian lebih tinggi dibanding ketika kemunculan varian Delta.
Rata-rata kematian harian dalam sepekan di AS terus naik sejak pertengahan November 2021 mencapai 2.267 pada hari Kamis (27/1/2022) dan melampaui puncak 2.100 di bulan September tahun lalu ketika Delta merajalela.
“Omicron akan mendorong sampai satu juta lebih kematian,” kata Andrew Noymer, seorang profesor kesehatan masyarakat di University of California, Irvine, seperti dilansir Associated Press.
Rata-rata jumlah kematian harian sekarang pada tingkat yang sama seperti Februari tahun lalu, ketika AS perlahan-lahan turun dari level tertinggi sepanjang pandemi 3.300 per hari.
Gejala Omicron seringkali lebih ringan, dan beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkannya, fakta ini disepakati para peneliti. Meskipun demikian, seperti halnya flu, varian itu tetap bisa mematikan terutama di kalangan manula, orang yang memiliki penyakit bawaan atau belum divaksinasi.
“Penting diingat, ‘lebih ringan’ tidak berarti ‘ringan’,” kata Dr. Rochelle Walensky, direktur US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pekan ini dalam keterangan pers di Gedung Putih.*