Hidayatullah.com—Pemimpin militer Sudan Abdel Fattah al-Burhan mengangkat rektor baru 30 universitas negeri.
Langkah itu menyusul keputusannya untuk membubarkan dewan pengawas perguruan-pergutuan tinggi yang dikelola pemerintah.
Jenderal Burhan menjalankan pemerintahan Sudan dengan dekrit sejak dia menggusur pemerintahan transisi yang dipimpin tokoh sipil Perdana Menteri Abdallah Hamdok pada Oktober 2021.
Para profesor di Universitas Sudan mengatakan mereka memprotes keputusan itu dengan mogok kerja, lapor Reuters Rabu (30/3/2022).
Kantor berita itu juga mengutip pimpinan Universitas Khartoum yang nenyebut keputusan Jenderal Burhan ilegal.
Institusi-institusi pendidikan menjadi ajang protes menentang penguasa militer di Sudan.
Pekan lalu, pihak berwenang di ibu kota Khartoum mengusir 13 pegawai Kementerian Pendidikan yang dituduh melanggar arahan yang dikeluarkan setelah kudeta untuk tidak menyeret masalah pendidikan ke ranah politik.*