Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
InternasionalRamadhan

Wanita Kanada Ini Boyong Semua Anaknya ke Turki untuk Mengenal Islam dan Merasakan Suara Adzan

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 April 2022 09:57 9:57 am
Ahmad
Dipublikasikan 23 April 2022 10:10
Bagikan
Jenny Molendyk Divleli
Bagikan

Setelah penelitan panjang, wanita Kanada ini akhirnya memeluk Islam dan mengajak semua anaknya ke Turki agar mengenal Islam dan merasakan suara adzan

Hidayatullah.com—Jenny Molendyk Divleli, seorang guru bahasa Inggris isyarat asal Kanada, yang telah memeluk Islam pada tahun 2006 telah menyederhanakan materi agama untuk anak-anak. Ia telah menggunggah materinya dia di sosial media yang dia persiapkan bersama kelima anaknya.

Menetap di Istanbul selama sembilan tahun terakhir, Molendyk mengajar bahasa Inggris dan terlibat dalam pembuatan materi pendidikan dan informatif untuk anak-anak. Materi yang dibuat menyentuh isu-isu umum, dan memperkenalkan Islam dan kehidupan Nabi Muhammad dalam bahasa Turki dan bahasa Inggris.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Molendyk mengatakan dia dibesarkan dalam keluarga Kristen konservatif sebagai anak kedua dari seorang perwira polisi dan seorang perawat. Selama lulus di jurusan linguistik dan tafsir bahasa isyarat di sebuah universitad di Amerika, diam-diam ia juga mencari jawaban atas berbagai aspek kehidupan, bahkan dia mencoba memulai berdebat dengan orang Muslim.

 “Setelah penelitian panjang, saya menemukan jawaban dan pada 14 Mei 2006, saya masuk Islam. Ini adalah keputusan terbesar dalam hidup saya,” katanya.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Jenny Molendyk Divleli bersama suami dan anak-anaknya

Meskipun pada awalnya instruktur dan ayahnya menentang dan mencoba meyakinkannya untuk meninjau kembali keputusannya, dia tetap teguh memilih Islam. Selama periode ini, dia bertemu Sami Divleli dan memutuskan untuk menikah dengannya dan kemudian pindah ke Istanbul pada tahun 2012.

“Saya tidak tahu siapa Muslim itu, atau apa yang mereka yakini. Saya juga tidak tahu bahwa kami percaya pada nabi yang sama. Saat saya mempelajari interpretasi bahasa isyarat, saya mulai meneliti lebih banyak tentang Islam dengan pemikiran bahwa saya mungkin perlu menerjemahkan di masjid suatu hari nanti, ”katanya.

Molendyk mengatakan bahwa pintu iman baru terbuka baginya dan dia mulai berjalan untuk menjadi orang yang lebih baik. “Saya menemukan bahwa Islam adalah jalan yang benar,” katanya kepada Anadolu.

Dia menambahkan bahwa saat meneliti Islam, dia menyadari bahwa gaya hidupnya banyak berubah total, yang menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan dalam dirinya. Namun ketakutannya dan banyak pertanyaan lainnya kepada seorang dosen Muslim di sebuah seminar, dibiarkan tak terjawab oleh sang imam.

“Saya menulis surat kepada suami saya, yang ketika itu masih berstatus teman, mengatakan kepadanya bahwa saya masuk Islam. Semoga Allah memberkahi dia, dia datang mengunjungi saya. Hari itu saya menjadi Muslim dan mengenakan jilbab,” katanya, menambahkan bahwa dia pertama kali memutuskan untuk tidak mengenakan jilbab setelah pindah agama untuk mempertahankan budaya tempat dia tinggal.

Periode yang sulit

Mengingat masa sulit hidupnya, Molendyk mengatakan kakak laki-lakinya menyetujui dan mendukungnya memeluk Islam. Sementara orang tuanya terus menolak keputusannya.

 “Ayah saya menyalin dan mengirimi saya materi tentang Islam di situs web. Dia kesal dan ingin memberi tahu saya mengapa memilih Islam. Aku mengerti dia. Tapi dia tidak tahu apa itu Islam. Dia hanya tahu apa yang dia lihat di televisi. Ibu saya lebih takut lagi. Dia takut saya akan menikah, tidak pernah melihat anak-anak saya, tinggal di ruang bawah tanah, dikurung dan dalam kegelapan,” katanya.

Tidak hanya ditentang keluarga, Molendyk juga mendapat reaksi tajam dari orang-orang di sekolahnya. “Semua orang terkejut. Instruktur saya di universitas memanggil saya ke kamar pribadi dan menanyakan apa yang sedang terjadi pada saya,” katanya.

Dia menambahkan bahwa ketika bosnya mengajukan pertanyaan serupa, dia berhenti dari pekerjaannya.  Ketika dia menikah dengan Sami Divieli, yang telah berada di Kanada untuk pendidikan dan pekerjaan, hanya saudara laki-lakinya yang menghadiri acara tersebut.

Namun setelah enam bulan, ketika mereka mengadakan upacara di Istanbul, ibunya hadir. “Anak kami yang pertama lahir di Kanada pada tahun 2008. Kami ingin anak-anak kami tumbuh di negara Muslim, berbicara dua bahasa, dan mendengar adzan,” katanya.

Kehidupan di Turki

Tentang keluarga suaminya, dia mengatakan mereka menyambut dan memperlakukannya seperti anak perempuan. Tapi ada kendala bahasa, mereka tidak tahu bahasa Inggris dan dia tidak tahu bahasa Turki.

Tapi dia mengatakan kehidupan di Turki sama sekali berbeda seperti di Kanada, dimana semua orang biasa menatapnya saat dia keluar dengan mengenakan jilbab. Saya datang ke Turki, dan berpikir saya tidak akan menarik perhatian. Tapi rupanya tidak seperti itu.

“Semua orang mengerti bahwa saya orang asing. Mereka merasa penasaran dan mengajukan pertanyaan kepada saya. Saya sangat menyukai Istanbul dan Turki. Kami ingin membesarkan anak-anak yang bahagia dengan Islam, mencintai Islam, dan menjadikan Nabi kami (Muhammad) sebagai panutan,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AdzanislamkanadamualafTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BMH-Pos Dai Gelar Wisuda dan Penugasan Dai ke Pelosok Negeri
Tulisan selanjutnya 150 Ribu Warga Palestina Shalat Jumat Ketiga Ramadhan di Masjid Al-Aqsha di Bawah Todongan Senjata ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana

16 Maret 2026 05:00
BeritaInspirasi Ramadhan

Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran

15 Maret 2026 17:00
Ramadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 8 : Saat Hitungan Sebulan Ramadhan Jadi 120 Hari

15 Maret 2026 11:30
KajianRamadhan

Selain yang Iktikaf, Siapa Saja yang Berpeluang Mendapat Lailatul Qadar?

15 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?