Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Setelah 30 Tahun Buka Warung di Rusia, McDonald’s Angkat Kaki Selamanya

Dija
Terakhir diupdate: 17 Mei 2022 16:01 4:01 pm
Dija
Dipublikasikan 17 Mei 2022 16:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– McDonald’s mengatakan akan meninggalkan Rusia permanen setelah 30 tahun lebih memulai usaha warung makannya di negeri beruang merah itu.

Keputusan itu diambil setelah McDonald’s untuk sementara menutup 850 kedainya pada bulan Maret, menyusul adanya sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Rusia akibat invasi ke Ukraina.

Pembukaan restoran pertama McDonald’s di Moskow pada tahun 1990 menandai mencairnya ketegangan Perang Dingin.

Setahun kemudian, Uni Soviet runtuh dan Rusia membuka ekonominya untuk perusahaan-perusahaan dari Barat. Namun, lebih dari tiga dekade kemudian, McDonald’s merupakan salah satu dari semakin banyak perusahaan yang menarik diri dari Rusia.

“Ini adalah masalah rumit yang belum pernah terjadi sebelumnya dan dengan konsekuensi yang mendalam,” kata kepala eksekutif McDonald’s Chris Kempczinski dalam sebuah pesan kepada staf dan para pemasoknya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sebagian orang mungkin berpendapat bahwa menyediakan akses makanan dan terus mempekerjakan puluhan ribu warga biasa, tentu saja merupakan hal yang benar untuk dilakukan,” katanya.

“Namun, krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang di Ukraina tidak dapat diabaikan. Dan tidak mungkin untuk membayangkan Golden Arches mewakili harapan dan janji yang sama yang membawa kami memasuki pasar Rusia 32 tahun lalu,” imbuhnya.

McDonald’s mengatakan akan menjual semua situsnya ke pembeli lokal dan akan memulai proses “de-arching” restoran-restorannya, dengan menghapus nama, branding, dan menunya. Namun, mereka akan mempertahankan merk dagangnya di Rusia, lansir BBC Selasa (17/5/2022).

Perusahaan itu mengatakan akan berusaha memastikan 62.000 karyawannya di Rusia tetap dibayar sampai penjualan tuntas dan mereka dapat pekerjaan di bawah pemilik baru.

Tahun lalu, kedai-kedai di Rusia dan Ukraina menyumbang sekitar 9% dari penjualan global McDonald’s.

Sebanyak 108 kedai McDonald’s di Ukraina tetap ditutup karena perang, tetapi perusahaan terus membayar gaji penuh kepada semua karyawannya di sana.

McDonald’s awalnya dihujani kritik karena lambat menghentikan bisnisnya di Rusia. Sebagian bahkan menyerukan boikot terhadap perusahaan itu sebelum akhirnya mereka menghentikan operasinya pada Maret.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatMcDonald'sperangrusiaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Sesat di Pasuruan Tak Percaya Hadits, Ketua MUI Beri Komentar
Tulisan selanjutnya Minta Penjelasan soal Ditolak Masuk Singapura, UAS: Apa Karena Tuduhan Teroris dan ISIS?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Berita
17 Oktober 2026 10:37
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?