Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tim Medis Jadi Terdakwa Kasus Kematian Diego Maradona

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juni 2022 11:12 11:12 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juni 2022 11:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Delapan tenaga medis akan menjadi terdakwa dalam kasus kematian pesepakbola legendaris Argentina Diego Maradona dengan tuduhan kelalaian.

Seorang hakim memerintahkan agar digelar persidangan kasus pembunuhan setelah tim panel medis mendapati perawatan Maradona sebelum kematiannya diliputi banyak ketidakpatutan tindakan medis.

Maradona dinyatakan meninggal dunia pada November 2020 akibat serangan jantung di Buenos Aires dalam usia 60 tahun.

Dia kala itu sedang dalam pemulihan di rumah, setelah sebelumnya menjalani bedah untuk mengatasi sumbatan darah di otak pada awal bulan itu.

Beberapa hari setelah kematian Maradona, pihak kejaksaan Argentina memeriksa para perawat dan dokter yang ikut merawatnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Panel medis yang menyelidiki seputar kematiannya menyimpulkan bahwa pesepakbola itu memiliki peluang hidup lebih besar apabila memperoleh tindakan medis dan fasilitas medis yang layak.

Termasuk duduk di kursi terdakwa adalah dokter ahli saraf dan dokter pribadi Leopoldo Luque, seorang psikiater dan psikolog, dua dokter, dua perawat dan bos mereka. Mereka semua membantah bertanggung jawab atas kematian pesepakbola itu.

Semua kedelapan orang itu akan diadili dengan dakwaan pembunuhan yang disebabkan kelalaian yang dapat mengakibatkan kematian seseorang.

Mereka terancam hukuman penjara delapan hingga 25 tahun. Tanggal persidangan belum ditetapkan, lapor BBC Kamis (23/6/2022).

Mario Baudry, seorang pengacara untuk salah satu putra Maradona, mengatakan kepada Reuters bahwa legenda sepakbola itu dalam situasi “tidak berdaya” di masa-masa akhir hidupnya.

“Begitu saya melihat penyebabnya, saya tahu ini pembunuhan. Saya berjuang cukup lama dan akhirnya sekarang kami di sini, sampai pada tahap ini,” kata Baudry.

Proses hukum diawali dengan pengaduan oleh dua putri Maradona. Mereka tidak puas dengan perawatan medis yang diterima ayahnya setelah menjalani operasi otak.

Dalam salah satu konferensi pers bulan November 2020, Dr Luque sambil menangis berkata bahwa dia sudah berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan nyawa temannya itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArgentinaDiego Maradonadokterpembunuhanpesepakbolaserangan jantung
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alumni Timur Tengah: Kawal Kepemimpinan, Lawan Islamofobia
Tulisan selanjutnya Holywings Muhammad Viral Promo Minuman Alkohol Holywings Sasar Pemilik Nama Muhammad, GP Ansor Sebut Tak Pantas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Berita
29 Agustus 2026 09:56
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?