Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dipuji,  Turki jadi Jantung Kesepakatan Koridor Gandum Ukraina

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 23 Juli 2022 16:06 4:06 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 23 Juli 2022 16:55
Bagikan
Penandatanganan ekspor gandum antara Ukraina, Rusia, Turki dan PBB di Istanbul. (Foto file - Anadolu Agency)
Bagikan

Hidatullah.com—Dunia menyambut kesepakatan gandum yang ditandatangani di Istanbul, Turki, Jumat (22/7/2022) malam waktu setempat. Penandatanganan ekspor gandum –termasuk biji-bijian– antara Ukraina, Rusia, Turki dan PBB dilakukan untuk membantu meringankan krisis pangan global, kutip Anadolu Agency.

Berkat mediasi Turki dan PBB, Ukraina dan Rusia menandatangani perjanjian di Istanbul soal dimulainya kembali pengiriman gandum Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam, dan terobosan diplomatik tersebut disambut oleh seluruh dunia.

Pemerintah Inggris pada Jumat memuji kesepakatan ekspor produk biji-bijian penting yang ditandatangani oleh Rusia, Ukraina, PBB dan Turki untuk melanjutkan ekspor barang biji-bijian melalui Laut Hitam. “Invasi biadab (Presiden Rusia Vladimir) Putin ke Ukraina membuat beberapa orang termiskin dan paling rentan di dunia berisiko tidak memiliki apa-apa untuk dimakan,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss dalam sebuah pernyataan.

“Sekarang perjanjian ini harus dilaksanakan, dan kami akan mengawasi untuk memastikan tindakan Rusia sesuai dengan perkataannya,” imbuh dia.

Disambut dunia

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Amerika Serikat (AS) menyebut kesepakatan gandum Ukraina yang ditandatangani di Istanbul sebagai ‘langkah positif,’ dan berterima kasih kepada Presiden Erdogan, Sekjen PBB Antonio Guterres atas upaya mereka. Sementara Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan bahwa kesepakatan gandum ini adalah “berita bagus” bagi masyarakat internasional untuk menghindari krisis pangan global.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell juga menyambut baik upaya Turki dan PBB yang memediasi kesepakatan itu. “Perjanjian Istanbul hari ini adalah langkah ke arah yang benar” untuk memecahkan masalah yang disebabkan oleh “invasi ilegal Rusia ke Ukraina yang menyebabkan jutaan orang terancam kelaparan,” tulis Borrell di Twitter.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyambut baik kesepakatan itu, dengan mengatakan, “G7 bekerja sama dengan mitra seperti Turki dan lainnya untuk memastikan bahwa kami dapat mengeluarkan barang biji-bijian itu dari Ukraina dan ke tempat-tempat di seluruh dunia yang membutuhkannya tanpa membahayakan kedaulatan Ukraina.”

Seorang pejabat senior PBB mengatakan, Turki menjadi inti dari kesepakatan koridor barang biji-bijian Ukraina lewat Laut Hitam. Pentingnya peran Turki dalam kesepakatan untuk membantu memberi makan dunia adalah “benar-benar sentral,” kata pejabat itu, yang menolak disebutkan namanya, kepada sekelompok wartawan di ibu kota Turki, Ankara.

Pejabat itu mengatakan pusat koordinasi bersama akan didirikan di ibu kota komersial Turki, Istanbul, untuk memantau kapal-kapal yang melintasi Laut Hitam dan melalui Selat Turki untuk melakukan ekspor ke dunia.  “Ini adalah operasi perdagangan dalam hal perdagangan, membawa biji-bijian dan buah-buahan lainnya,” kata pejabat itu.

Seharusnya tidak ada serangan terhadap kapal mana pun yang keluar dari perairan teritorial ke Laut Hitam, ujar dia, mengutip kesepakatan gandum yang ditandatangani oleh Turki, PBB, Ukraina, dan Rusia.  “Akan ada jalur aman yang akan dipantau oleh pusat koordinasi bersama di Istanbul, dan kami sudah mulai mengidentifikasi seseorang yang akan menjadi perwakilan kami di pusat itu,” tambah pejabat tersebut.

Berdasarkan kesepakatan, sebuah pusat koordinasi akan didirikan untuk melakukan inspeksi bersama di pintu masuk dan keluar pelabuhan, dan memastikan keamanan rute.  Dipuji secara internasional atas peran mediatornya, Turki berkoordinasi dengan Moskow dan Kyiv untuk membuka koridor dari kota pelabuhan Ukraina Odesa untuk melanjutkan pengiriman barang biji-bijian ke pasar global yang telah lama terhenti akibat perang Rusia-Ukraina, yang sekarang memasuki bulan kelima.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gandumkesepakatan gandumPBBrusiaTurkiUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 95% Kasus Cacar Monyet Akibat Aktivitas Seksual
Tulisan selanjutnya Remaja Muslim Dipukuli karena Tidak Melantunkan Slogan Keyakinan Hindu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?