Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Akui Bersalah, Paus Akhirnya Meminta Maaf atas Pelecehan Katolik terhadap Masyarakat Adat Kanada

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Juli 2022 15:05 3:05 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Juli 2022 15:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Paus Fransiskus pada hari Senin mengeluarkan permintaan maaf yang telah lama ditunggu-tunggu kepada masyarakat adat atas kerusakan yang dilakukan Gereja Katolik terhadap mereka di sekolah-sekolah perumahan Kanada. Permintaan maaf Paus ini dianggap telah membuat sejarah atas pelecehan Katolik kepada masyarakat Kanada.

“Saya meminta (untuk) pengampunan,” kata paus. “Saya sangat menyesal,” katanya dikutip Anadolu Agency.

Paus diapit oleh kepala suku yang mewakili ketiga kelompok Pribumi – Metis, Inuit dan First Nations – saat pemimpin Gereja Katolik ini menyampaikan permintaan maaf di bekas sekolah perumahan Ermineskin di Maskwacis di Alberta, Kanada. Fransiskus sedang melakukan “ziarah tobat” selama enam hari untuk mengungkapkan kesedihannya atas pelecehan yang dilakukan oleh para imam dan suster terhadap tiga suku Pribumi di negara itu.

Hari Senin 25 Juli, pemberhentian pertama Paus adalah di kota Maskwacis, rumah bagi salah satu sekolah perumahan terbesar di negara itu. Paus berbicara kepada sekitar 15.000 orang, termasuk mantan siswa dari seluruh Kanada.

Kepada para korban di Maskwacis Senin, Paus Fransiskus mengungkapkan “kesedihannya” dan memohon para korban untuk mempraktikkan pengampunan, penyembuhan, dan rekonsiliasi terhadap Gereja Katolik atas peran yang dimainkannya dalam program sekolah bagi suku asli di Kanada.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Paus berbicara tentang “kemarahan” dan “rasa malu” yang dia rasakan atas ingatan tentang perlakuan buruk terhadap anak-anak Pribumi Kanada. Paus meminta pengampunan atas cara-cara di mana banyak anggota Gereja dan komunitas religius bekerja sama, melalui ketidakpedulian mereka, dalam proyek penghancuran budaya dan asimilasi paksa.

Sekitar 150.000 anak-anak Pribumi dipaksa bersekolah, kadang-kadang membuat keluarga tercerai-berai. Tujuan Sekolah Perumahan India Kanada adalah untuk menghapus budaya Pribumi dan menggantinya dengan budaya “putih”. Yang pertama dari 139 sekolah dibuka pada tahun 1820-an dan yang terakhir ditutup pada 1990-an.

Penyelidikan tahun 2019 menyebut apa yang terjadi di sekolah-sekolah itu disebut “genosida,” sebagaimana diakui oleh Perdana Menteri Justin Trudeau tahun lalu, dengan 4.300-6.000 anak meninggal karena penyakit dan pelecehan seksual, fisik, dan psikologis.

Paus sebelumnya meminta maaf di Vatikan atas kerusakan mengerikan yang dilakukan oleh para imam dan biarawati, karena gereja mengelola sekitar 60% sekolah. Tetapi Trudeau dan banyak anggota Pribumi, penyintas, dan keluarga mereka meminta paus menyampaikan permintaan maaf di tanah Kanada, tempat kekejaman itu terjadi.

Paus Fransiskus tiba pada hari Minggu untuk kunjungan enam hari untuk melakukan hal itu. “Saudara dan saudari Kanada yang terkasih,” ciutan Paus sebelum keberangkatannya dari Roma pada hari Ahad.

“Saya datang di antara Anda untuk bertemu dengan masyarakat adat. Saya berharap, dengan rahmat Tuhan, bahwa ziarah tobat saya dapat berkontribusi pada perjalanan rekonsiliasi yang telah dilakukan. Tolong temani aku dengan doa.”

Agenda paus penuh selama kunjungan enam harinya, termasuk pemberhentian di Edmonton, Alberta, Quebec, dan negara Inuit di ujung utara Kanada sebelum kembali ke Roma.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gereja katolikMyarakat Kanadapaus Fransiskus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Empat Hal Penting yang Perlu Diketahui dalam Menyambut Bulan Muharam
Tulisan selanjutnya Anies “Gak Kapok” Raih Prestasi, Kali Ini Dobel Penghargaan dari KPPPA dan KPAI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?