Hidayatullah.com– Serangan drone Amerika Serikat di Afghanistan membunuh pemimpin kelompok Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri. Demikian dikonfirmasi oleh Presiden AS Joe Biden.
Serangan dilakukan oleh dinas intelijen CIA di ibukota Afghanistan Kabul pada hari Ahad (31/7/2022).
Biden mengatakan Zawahiri telah “mengukir jejak pembunuhan dan kekerasan terhadap warga negara Amerika”.
“Sekarang keadilan telah ditegakkan dan pemimpin teroris ini tidak ada lagi,” imbuhnya seperti dilansir BBC Senin.
Para pejabat AS mengatakan Zawahiri sedang berada di balkon rumah persembunyian ketika pesawat tak berawak itu menembakkan dua rudal ke arahnya.
Anggota keluarga lainnya juga ada, tetapi mereka tidak terluka dan hanya Zawahiri yang terbunuh, imbuh mereka.
Biden mengatakan dia telah memberikan persetujuan akhir untuk melakukan “serangan presisi” terhadap pemimpin al-Qaeda berusia 71 tahun itu.
Zawahiri, seorang ahli bedah mata yang membantu mendirikan kelompok militan Egyptian Islamic Jihad mengambil alih kepemimpinan al-Qaeda setelah pembunuhan oleh pasukan AS terhadap Bin Laden pada Mei 2011.
Sebelum itu, Zawahiri sering disebut sebagai tangan kanan Bin Laden dan kepala bidang ideologi al-Qaeda.
Dia diyakini oleh sebagian pakar sebagai “otak operasional” serangan 11 September 2001 atas gedung World Trade Center (WTC) di New York City, Amerika Serikat.
Washington meyakini dia dan Bin Laden merencanakan serangan 9/11 bersama-sama dan dia dicap sebagai salah satu “teroris paling dicari” AS.
Biden mengatakan Zawahiri juga mendalangi tindakan kekerasan lainnya, termasuk bom bunuh diri atas kapal perusak angkatan laut USS Cole di Aden pada Oktober 2000 yang menewaskan 17 pelaut AS.
“Tidak peduli berapa lama, di mana pun Anda bersembunyi, jika Anda adalah ancaman bagi rakyat kami, Amerika Serikat akan menemukan Anda dan meringkus Anda,” kata Biden seraya menambahkan, “kami tidak akan pernah goyah untuk membela bangsa kami dan rakyatnya”.*