Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bos Ryanair: Era Tiket Pesawat €10 Sudah Usai

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Agustus 2022 09:36 9:36 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Agustus 2022 09:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ryanair tidak akan menawarkan penerbangan dengan harga terendah lagi berkat melonjaknya biaya bahan bakar. Bos maskapai penerbangan murah itu, Michael O’Leary, mengatakan era tiket €10 sudah usai.

Tarif rata-rata maskapainya naik dari sekitar €40 (£33,75) tahun lalu menjadi sekitar €50 selama lima tahun ke depan, katanya kepada BBC.

Dia meyakini orang akan terus sering terbang meskipun biaya hidup meningkat.

“Tidak ada keraguan bahwa di pasar level bawah, tarif promosi kami yang sangat murah – tarif satu euro, tarif €0,99, bahkan tarif €9,99 –  saya kira tidak akan Anda lihat lagi selama beberapa tahun ke depan,” kata O’Leary kepada program Today BBC Radio 4 Rabu (10/8/2022).

Ryanair berbasis di Dublin, Irlandia, tetapi mengoperasikan ratusan rute penerbangan masuk dan keluar dari Inggris.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Oleh karena harga tiket pesawat menjadi lebih murah dalam beberapa dekade terakhir, jumlah penerbangan meningkat, lebih banyak orang mengambil liburan singkat di luar negeri – di luar libur tahunan. Maskapai seperti Ryanair, Easyjet, Vueling dan Wizz Air bersaing untuk menawarkan layanan murah tanpa embel-embel kenyamanan dan kemewahan.

Setelah pandemi Covid-19, yang sangat mengganggu perjalanan internasional, orang-orang terbukti bersemangat untuk kembali melakukan perjalanan lewat udara.

Namun, karena permintaan untuk perjalanan udara bangkit kembali, kekurangan staf di maskapai penerbangan dan bandara menyebabkan penundaan dan pembatalan, di Inggris dan luar negeri. Sebagian penumpang terpaksa menunggu berjam-jam, atau menjadwal ulang perjalanan pada menit terakhir.

O’Leary mengatakan Ryanair mengelola situasi itu lebih baik daripada maskapai lain disebabkan  “sebagian beruntung dan sebagian berani” dalam pengambilan keputusan untuk merekrut dan melatih awak kabin dan pilot November lalu ketika varian Omicron masih mempengaruhi perjalanan internasional.

Dalam enam bulan pertama tahun 2022, Ryanair hanya membatalkan 0,3% penerbangan. Bandingkan dengan total pembatalan British Airways sebesar 3,5%, dan Easyjet sebesar 2,8%, menurut konsultan perjalanan udara OAG.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrismaskapai penerbanganMichael O'LearyRyanair
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Innalillahi… Habib Zen Umar Ketua Dewan Syuro Rabithah Alawiyah Wafat
Tulisan selanjutnya MUI: Tak Perlu Khawatir Pemilu 2024, Ormas Islam Penyangga Kerukunan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?