Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pendonor Sperma, Telur dan Embrio di Prancis Tidak Lagi Bisa Sembunyikan Identitas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 September 2022 20:23 8:23 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 September 2022 20:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Orang-orang yang mendonorkan sperma,telur dan embrio di Prancis sekarang harus mencatatkan identitas mereka dan tidak lagi dapat menyembunyikan identitasnya.

Langkah ini merupakan bagian penting dari legislasi yang diloloskan tahun lalu perihal bioetika yang mengatur program kepemilikan anak yang dibantu secara medis.

UU kontroversial itu, yang memberikan jalan bagi pasangan gay dan lesbian dan wanita lajang untuk memiliki anak, sudah disahkan sejak 2021.

Sampai 1 September 2022, identitas orang pemberi “bahan” yang diperlukan untuk “pembuatan anak” dapat menyembunyikan identitasnya.

Sekarang, anak yang dilahirkan dengan bantuan proses medis (misal dilahirkan dari sperma sumbangan) memiliki hak – jika mereka mau – untuk mengetahui identitas pendonor yang memungkinkan dirinya dilahirkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Informasi tentang pendonor – termasuk informasi rinci tentang latar belakang keluarganya dan profesinya – akan dicatat saat orang tersebut memberika  donasinya. Demikian pula informasi tentang diri .ereka secara umum dan karakteristik fisiknya.

Ketika anak yang dilahirkan sudah mencapai usia dewasa secara hukum, dia bisa mengakses informasi itu guna mengetahui siapa orang tua biologisnya.

Namun, undang-undang itu tidak berlaku surut, kecuali ada permintaan khusus dari seorang anak dan disetujui oleh para pendonor.

Hak yang dijamin dalam UU ini adalah anak yang ingin mengetahui identitas orang tua biologisnya (pendonor) dan bukan sebaliknya. Anak yang dilahirkan dari sperma atau telur sumbangan tidak memiliki kewajiban atau tidak bisa dipaksa secara hukum untuk bertemu dengan orang tua biologisnya, meskipun pertemuan itu tidak dilarang.

Dilansir RFI Jumat (2/9/2022), pakar antropologi Prancis Jérôme Courduriès dalam tulisannya di koran Le Monde  mengatakan kewajiban pendonor untuk mengungkapkan identitas sudah diberlakukan di Swedia, Australia, Finlandia dan Inggris.

Courduriès mengatakan fakta bahwa pendonor tidak akan lagi anonim sebenarnya dapat mendorong donasi.

Tahun lalu, angka donasi sperma dan telur di Prancis mencapai angka tertinggi, dengan 600 pendonor sperma (naik dari puncak 404 tahun 2017) dan 900 pendonor telur (naik dari puncak 836 pada tahun 2019).

UU itu tidak akan berdampak pada status legal orang tua. Pendonor dengan alasan apapun berdasarkan UU itu tidak dibenarkan untuk mengklaim sebagai orang tua bayi yang dilahirkan dari sperma atau telur yang disumbangkannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:. embrioanakgaylesbianpendonorPrancisspermaTelur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Junta Myanmar Penjarakan Mantan Dubes Inggris dan Suaminya
Tulisan selanjutnya Tiga Orang Meninggal Akibat Pneumonia Misterius di Argentina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Helikopter Tempur Apache Jatuh di Texas Dua Prajurit Amerika Tewas

Berita
13 Agustus 2026 16:53
Lima Strategi PBNU untuk Wujudkan Pesantren Aman
Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar
Makin Banyak Warga ‘Israel’ Pergi, Hanya Sedikit yang Kembali
Bertemu Pimpinan US CENTCOM, PM Ali al-Zaidi Tegaskan Komitmen Mengakhiri Kehadiran Militer Amerika di Iraq

Terbaru

  • Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz
  • Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad
  • Portugal Melarang Burqa
  • UEA Putuskan Hubungan Dagang, Iran Peringatkan Negara Teluk Tidak Bantu Amerika
  • Turki dan ‘Israel’ Berlomba-Lomba Jadi Pusat AI Dunia
  • Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian
  • MAI Sampaikan 14 Rekomendasi untuk RUU Perampasan Aset
  • DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026
  • Persatuan Ulama Muslim Internasional Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, Serukan Aliansi Umat Islam
  • Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?