Hidayatullah.com– Jumlah orang Burundi pencari suaka yang tiba di Belgia melalui Serbia bertambah banyak sehingga membuat petugas kewalahan.
Ratusan warga Burundi dilaporkan tidur di jalan dan taman-taman umum di Brussel sambil menunggu diproses.
Josephine Nkunzimana merupakan salah satu warga Belgia asal Burundi yang menawarkan kebutuhan dasar bagi rekan-rekannya yang telah melalui perjalanan melelahkan yang membawa mereka melintasi lebih dari lima negara untuk tiba di Belgia, lapor BBC Great Lakes.
Otoritas Belgia mencatat 263 pemohon suaka dari Burundi pada bulan Juli, naik dari hanya 34 pada bulan Mei dan 112 pada bulan Juni. Ini berarti delapan kali lebih banyak dibandingkan tiga bulan sebelumnya, lapor koran Belgia La Libre Belgique seperti dilansir BBC Jumat (7/10/2022).
Koran tersebut mengutip keterangan Dirk Van den Bulck, komisioner Belgia untuk urusan pengungsi, yang mengatakan warga Burundi tidak memerlukan visa untuk memasuki wilayah Serbia dan begitu mereka tiba di negara itu, “mereka memasuki wilayah Uni Eropa lewat Rumania”.
Pada bulan Juni, parlemen Burundi meratifikasi perjanjian di berbagai sektor dengan pemerintah Serbia.
Burundi, bekas jajahan Belgia, adalah negara termiskin di dunia menurut laporan PDB per kapita Bank Dunia.
Sebagian besar mereka yang nekat ke Eropa adalah orang-orang muda yang mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri, dengan Belgia memberi mereka harapan karena 96% dari permohonan suaka Burundi diterima tahun lalu.
“Namun, kali ini sulit karena banyak yang bisa ditolak, [karena] pengungsi dari Ukraina lebih diprioritaskan,” kata Josephine Nkunzimana.
Media di Burundi mengutip ONLCT, sebuah organisasi anti-migran ilegal di Belgia, mendesak pemerintah untuk mengatasi masalah ini bersama dengan Serbia agar tidak menciptakan masalah lebih lanjut bagi Eropa.*