Hidayatullah.com– Seorang wanita India yang meminta bantuan 500 rupee untuk memberi makan anak-anaknya memperoleh sumbangan jutaan rupee dari warganet.
Subhadra, 46, janda penduduk negara bagian Kerala, meminta bantuan uang 500 rupee (sekitar 95 ribu rupiah) kepada guru salah satu putranya untuk membeli makanan bagi anak-anaknya.
Subhadra berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sejak kematian suaminya pada bulan Agustus. Dia tidak bisa mencari pekerjaan karena anak bungsu dari ketiga putranya menderita kelumpuhan otak dan membutuhkan perawatan terus-menerus.
Pada hari Jumat, dia menghubungi Girija Harikumar, seorang guru di sekolah tempat anak tengahnya belajar, untuk meminta bantuan karena tidak punya apa-apa untuk makan anak-anaknya.
Tergerak oleh penderitaannya, guru tersebut memulai penggalangan dana di media sosial.
Pada hari Ahad (18/12/2022), keluarga tersebut sudah menerima sumbangan sebesar 5,5 juta rupee.
Harikumar, seorang guru bahasa Hindi, mengatakan kepada BBC bahwa dia bertanya kepada muridnya, Abhishek, apakah keluarganya mengalami kesusahan setelah kematian ayahnya. Pasalnya, itu pertama kalinya si anak atau ibunya meminta bantuan.
“Saya memberinya (si ibu) 1.000 rupee dan mengatakan kepadanya bahwa saya akan melakukan sesuatu,” kata Harikumar.
Guru tersebut kemudian mengunjungi keluarga malang tersebut dan menyaksikan kehidupan mereka yang sangat miskin.
“Hanya ada segenggam beras di dapur dan tidak apa-apa yang bisa dimakan oleh anak-anak,” kata Harikumar.
“Saya pikir tidak ada gunanya memberi Subhadra uang dalam jumlah kecil sesekali, karena itu tidak akan cukup untuk keluarganya,” imbuhnya.
Jumat malam, Harikumar kemudian menulis di laman Facebook perihal kesulitan keluarga itu dan mengajak orang untuk membantu mereka untuk mengirim uang berapapun yang mereka sanggup. Dia juga mencantumkan nomor rekening bank Subhadra agar uang bisa ditransfer langsung kepada ibu malang tersebut.
Imbauan tersebut viral dan sampai hari Senin kemarin Subhadra sudah menerima total 5,5 juta rupee dari orang-orang asing yang baik hati.
Sebagian uang itu akan digunakan untuk menyelesaikan rumah yang mulai dibangun suami Subhadra sebelum meninggal. Sisanya akan disimpan di bank untuk biaya hidup mereka.
Penggalangan dana itu sekarang sudah ditutup.*