Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Malaysia Bangun Skema Percontohan Bolehkan Pengungsi Rohingya Bekerja di Negara Itu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 November 2016 13:51 1:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 November 2016 13:51
Bagikan
Pengungsi Rohingya di Malaysia
Bagikan

Hidayatullah.com—Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) hari Kamis mengatakan tengah menyusun skema  percontohan yang mengizinkan pengungsi-pengungsi Rohingya dapat bekerja di negara itu.
Di bawah skema percontohan itu, 300 orang pengungsi Rohingya akan diizinkan bekerja secara sah di sektor-sektor pertanian dan manufaktur, menurut para pejabat Malaysia dikutip Reuters.

Juru bicara UNHCR di Kuala Lumpur, Yante Ismail dikutip CNN menjelaskan bahwa skema ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program pengungsi berkelanjutan di Malaysia.

Menurut Yante, para pengungsi ini dapat menjadi sumber tenaga kerja yang berharga bagi perekonomian Malaysia. Dengan mengizinkan pengungsi ini bekerja, pemerintah justru dapat mengatur mereka dengan lebih baik.

“Skema ini dapat membuat pengungsi di Malaysia meningkatkan perlindungan dan kemandiriannya sehingga dapat mengurangi ketergantungan mereka kepada Malaysia,” ucap Yante seperti dikutip Reuters, Kamis (24/11/2016).

Foto Satelit Tunjukkan Lebih 1000 Rumah Etnis Rohingya di Rakhine Dibakar

Para pendukung hak asasi sudah lama mendesak Malaysia yang memiliki sekitar 150.000 pengungsi dan mereka yang mencari tempat perlindungan termasuk sekitar 55.000 orang Rohingya, untuk melanjutkan hak bekerja bagi para pengungsi sebagai satu cara untuk memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang lebih baik dan tidak tergantung pada orang lain .

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Etnis Muslim Rohingya hidup dalam ketidakpastian karena tidak diizinkan untuk bekerja secara legal, sementara proses penempatan ke negara ketiga memakan waktu yang sangat lama. Mereka akhirnya diam-diam menjadi petugas kebersihan, atau bekerja di restoran, bahkan di situs konstruksi. Karena bekerja secara ilegal, banyak dari mereka mengaku disiksa atau tak diupah.

Meskipun menderita, mereka tetap ingin bekerja ketimbang harus kembali ke Myanmar, di mana mereka didiskriminasi dan ditindas.

Kantor UNHCR di Kuala Lumpur menyatakan upaya itu akan memberi jalan bagi skema pekerjaan yang lebih luas buat para pengungsi di Malaysia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Etnis RohingnyaMalaysiamanufakturmuslim RohingyamyanmarPengungsi Rohingyapertanian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Pemerintah Diamanahkan untuk Menjaga Agama
Tulisan selanjutnya Puluhan Ribu Warga Israel Mengungsi, Api Merembet Perumahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?