Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara Arab Riilis 13 Daftar Permintaan sebagai Syarat Akhiri Krisis Qatar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juni 2017 10:30 10:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juni 2017 10:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Arab Saudi dan Negara Arab lainnya meminta Qatar dalam jangka waktu 10 hari untuk menutup TV Aljazeera, menutup pangkalan militer Turki dan mengurangi hubungan dengan Iran.

Dalam daftar berisi 13 permintaan, negara-negara itu juga meminta Qatar untuk memutuskan dugaan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan dengan kelompok lain, termasuk Hizbullah, al-Qaeda dan ISIS.

Kantor berita Associated Pers dan Reuters melaporkan mereka menerima daftar tersebut dari pejabat yang berasal dari salah satu negara yang mengisolasi Qatar.

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Qatar pada bulan ini terkait dugaan bahwa negara itu mendanai “terorisme” – sebuah tuduhan yang disangkal Qatar, tulis laman Aljazeera.

Negara-negara tersebut saat ini memberikan Qatar waktu 10 hari untuk memenuhi semua permintaan itu, yang juga termasuk membayarkan sejumlah uang sebagai kompensasi atas apa yang mereka klaim merupakan “kerugian nyawa dan kerugian finansial lainnya yang disebabkan kebijakan Qatar”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berdasarkan daftar itu, Qatar harus menolak naturalisasi penduduk dari empat negara dan “mencabut kewarganegaraan Qatar warga yang di mana warga negara itu melanggar hukum negara-negara tersebut”.

Baca: Politik UAE “Memancing di Air Keruh” dalam Konflik-konflik di Timur Tengah

Sebelumnya pada minggu ini, Sekretaris Negara AS Rex Tillerson bersikeras bahwa para tetangga Qatar mengajukan daftar permintaan yang “berasalan dan ditindaklanjuti”.

Syarat mengenai Iran di dokumen tersebut mengatakan Qatar harus menutup semua pos diplomatik di Iran, mengusir semua anggota Garda Revolusi Iran, dan hanya melakukan perdagangan dan jual beli dengan Iran sesuai dengan sanksi AS.

Permintaan mengenai Aljazeera menyatakan bahwa Qatar juga harus menutup semua yang berafiliasi dengannya dan agensi berita lain yang didanai oleh Qatar, termasuk Arabi21, Rassd, Al Araby Al Jadeed dan Middle East Eye (MEE), media yang selama ini kritis terhadap dunia Arab.

Jika Qatar memenuhi hal itu, daftar itu menuntut bahwa Qatar akan diaudit sekali dalam sebulan pada tahun pertama, dan kemudian sekali dalam empat bulan pada tahun kedua.

Selama 10 tahun kemudian, Qatar akan dipantau setiap tahunnya terkait kepatuhannya terhadap daftar tersebut.

Baca:  Amerika Desak Tuntutan Saudi ke Qatar Lebih Masuk Akal

Dokumen itu tidak secara spesifik menyebutkan apa yang negara-negara tersebut akan lakukan jika Qatar menolak memenuhi tuntutan itu.

Daftar Permintaan Arab Saudi, dan Negara Teluk lainnya.

  1. Menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran dan menutup misi diplomatik Iran di Qatar, mengusir anggota Garda Revolusi Iran dan memutus kerja sama militer dan intelejen dengan Iran. Perdagangan dengan Iran harus sesuai dengan sanksi AS dan internasional dengan cara yang tidak membahayakan keamanan Dewan Kerjasama Teluk.
  2. Segera menutup pangkalan militer Turki, yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan, dan menghentikan kerja sama militer dengan Turki di dalam Qatar.
  3. Memutus hubungan dengan semua “organisasi teroris, sektarian dan ideologis,” khususnya Ikhwanul Muslimin, ISIS, al-Qaeda, Fateh al-Sham (dulunya bernama Jabhah Nusrah) dan Hizbullah Libanon. Secara resmi menyatakan pihak-pihak ini sebagai kelompok teror seperti yang diumumkan oleh Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir, dan menyetujui semua perbaharuan daftar ini di masa yang akan datang.
  4. Menghentikan semua pendanan bagi individu, kelompok ataupun organisasi yang telah dianggap sebagai teroris oleh Arab Saudi, UEA, Mesir, Bahrain, AS dan negara lain.
  5. Menyerahkan “tokoh-tokoh teroris”, buronan dan individu yang dicari Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain ke negara asal mereka. Membekukan aset mereka, dan memberikan informasi yang diinginkan mengenai tempat tinggal, gerakan dan keuangan mereka.
  6. Menutup Aljazeera dan stasiun afiliasinya.
  7. Menghentikan intervensi hubungan internal kedaulatan negara. Berhenti memberikan kewarganegaraan pada buronan Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain. Mencabut kewarganegaraan Qatar bagi warga negara yang melanggar hukum di negara-negara tersebut.
  8. Membayar perbaikan dan kompensasi kerugian nyawa dan kerugian finansial lain yang disebabkan oleh kebijakan Qatar di tahun-tahun ini. Jumlahnya akan ditentukan setelah kordinasi dengan Qatar.
  9. Meluruskan kebijakan militer, politik, sosial dan ekonomi Qatar dengan negara Arab dan Teluk lainnya, serta masalah ekonomi, sesuai kesepakatan tahun 2014 yang dicapai dengan Arab Saudi.
  10. Menghentikan komunikasi dengan oposisi politik di Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain. Menyerahkan berkas mengenai kontak Qatar dan dukungan pada kelompok oposisi, serta menyerahkan rincian terkait informasi pribadi mereka dan dukungan Qatar yang diberikan pada mereka.
  11. Menutup semua kantor berita yang didanai secara langsung dan tidak langsung oleh Qatar, termasuk Arabi21, Rassd, Al Araby Al Jadeed, Mekameleen dan Middle East Eye (MEE), dll.
  12. Menyetujui semua permintaan dalam waktu 10 hari setelah daftar diberikan pada Qatar, atau daftar ini akan menjadi tidak valid.
  13. Menyetujui audit kepatuhan bulanan pada tahun pertama setelah menyetujui permintaan tersebut, diikuti oleh audit empat bulan sekali pada tahun kedua, dan audit tahunan di 10 tahun setelahnya.

Baca: Pangeran Mahkota Arab Saudi yang Baru Diharapkan Memberi Dampak Stabilitas Kawasan

Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik mengatakan negaranya tidak berencana untuk meninjau ulang pangkalan militernya di Qatar dan permintaan apapun yang meminta penutupannya merupakan intervensi hubungan dengan negara Teluk itu.

Isik mengatakan pada penyiar NTV bahwa dia belum melihat permintaan penutupan pangkalan militer.

“Pangkalan militer di Qatar merupakan pangkalan Turki dan salah satu yang akan menjaga keamanan Qatar dan wilayah,” Isik mengatakan dalam wawancara pada Jumat.

“Peninjauan ulang persetujuan pangkalan itu dengan Qatar bukanlah agenda kami.”

Hashem Ahelbarra dari Aljazeera mengatakan daftar permintaan tersebut “pasti akan ditolak oleh Qatar”.

“Qatar telah mengatakan bahwa negara itu hanya akan melihat permintaan setelah sanksi dicabut,” katanya, menambahkan bahwa Qatar telah mengatakan bahwa penutupan Aljazeera tidak mungkin.

“Ini merupakan masalah kedaulatan nasional. Apapun yang dihadirkan pada warga Qatar yang mereka anggap merupakan intervensi hubungan internalnya akan ditolak,” kata Ahelbarra.

“Baru kemarin sentimen umum muncul bahwa mungkin masyarakat internasional dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) akan kembali memperbaiki hubungan. Tetapi pada momen khusus ini, saya yakin bahwa akan terjadi peningkatan lebih lanjut, meningkanya ketegangan karena permintaan ini.

“Ini tidak pernah terjadi sebelumnya di dunia Arab. Bagaimana jika Qatar mengatakan Saudi harus membayar kompensasi bagi setiap penduduk sipil yang terbunuh atau nyawa tak bersalah yang diambil di seluruh dunia. Ini sangatlah aneh,” Ahelbarra menambahkan.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-QaidahAmerika Serikatarab saudiblockade QatarHizbullahIkhwanul MusliminJabhah Fath SyamKrisis Diplomasi QatarMenteri Luar Negeri Amerika SerikatNegara ArabNegara telukQatarRex TillersonterorismeTV AljazeeraUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Desak Tuntutan Saudi ke Qatar Lebih Masuk Akal
Tulisan selanjutnya Tentara Bayaran Bashar al Assad Tewas Terbunuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?