Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menhan Fikri Isik: Turki Beli Sistem Pertahanan Rudal S-400 dari Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Juli 2017 11:36 11:36 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Juli 2017 11:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Ankara boleh jadi berada di pihak yang berseberangan dengan Moskow dalam konflik di Suriah, tetapi kerja sama Turki dengan Rusia jalan terus, termasuk di bidang pertahanan. Menteri Pertahanan Fikri Isik mengatakan negaranya akan membeli sistem pertahanan S-400 dari Rusia.

Dalam wawancara dengan lembaga pemyiaran milik pemerintah TRT Haber hari Selasa (4/7/2017), seperti dikutip Reuters, Isik menjelaskan bahwa Turki akan bekerja sama dengan Prancis dan Italia dalam membangun proyek sistem pertahanan rudal nasional. Fokus proyek itu lebih pada membangun sistem, daripada membeli.

Namun Isik menggarisbawahi, Turki akan memenuhi kebutuhan mendesaknya dengan membeli sistem pertahanan S-400 dari Rusia.

“Dalam kerangka proyek kita untuk membangun sistem pertahanan nasional, kita akan bekerja sama dengan Prancis dan Italia. Keputusan ini sudah dibuat. Sekarang kita juga sedang dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat dalam kerja sama di bidang yang sama,” kata Fikri Isik dalam wawancara dengan TRT Haber.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Akan tetapi, kita memenuhi kebutuhan mendesak dengan membeli sistem S-400, dan membangun sistem pertahanan udara nasional dan pertahanan rudal sendiri,” imbuhnya.

“Semua pekerjaan teknis telah dirampungkan, dan kita sudah sampai pada tahap keputusan akhir tentang pembelian sistem S-400 dari Rusia,” kata Menhan Turki Fikri Isik hari Selasa (4/7/2017).

Dia menambahkan bahwa masalah finansial pembelian S-400 saat ini sedang dinegosiasikan dan keputusan finalnya akan diambil dalam beberapa hari mendatang.

Vladimir Kozhin, penasihat militer dan kerja sama teknis untuk Presiden Rusia, pekan lalu mengatakan bahwa kontrak Rusia dengan Turki dalam pengiriman sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 telah disetujui, sementara masalah pinjaman untuk membiayai pembelian itu masih belum tuntas.

Dua tahun silam, Presiden Recep Tayyip Erdogan –yang menjabat sejak Agustus 2014– mendeklarasikan rencana Turki untuk “menghapuskan seluruh ketergantungan dari luar akan suplai peralatan pertahanan” sebelum 2023, dan Turki ingin terlibat dalam desain dan produksi apapun peralatan pertahanan baru yang dibuat dalam kurun itu. Dengan kata lain, sambil memenuhi kebutuhan peralatan pertahanannya, pada saat yang sama Turki ingin ada alih teknologi.

Sebelumnya pada tahun 2013 saat Erdogan masih menjabat sebagai perdana menteri, Turki sebenarnya menyatakan ingin membeli sistem pertahanan rudal dari China. Alasannya, harga yang ditawarkan oleh China lebih murah, sekitar $3,4 miliar, dan syarat dan ketentuan pengalihan hak kekayaan intelektual (intellectual property – IP) teknologinya lebih baik dibandingkan tawaran dari negara-negara Barat.

Dalam laporan bulan Mei 2017, The Economist menulis tidak jelas apa yang menyebabkan Turki batal membeli sistem pertahanan rudal dari China. Satu hal yang pasti, keputusan itu diambil sekitar saat pelaksanaan KTT G20 di Antalya, selatan Turki.

Mengutip Douglas Barrie, pakar kedirgantaraan militer di International Institute for Strategic Studies berbasis di London, The Economist menulis bahwa alasannya kemungkinan karena China tidak bisa memberikan jaminan transfer hak intelektual dari teknologi yang dipakai, sebab teknologi S-300 yang menjadi dasar sistem buatan China kepemilikan IP-nya berada di tangan Rusia.

Usaha pembuatan S-400 dimulai pada akhir 1980-an, dan diumumkan oleh Angkatan Udara Rusia pada Januari 1993. Sistem pertahanan udara itu dikembangkan dari sitem persejataan anti pesawat S-300 yang dibuat oleh Almaz Central Design Bureau, semacam lembaga riset dan pengembangan teknologi pertahanan milik Rusia.

S-400 diakui sebagai salah satu sistem pertahanan udara terbaik yang ada saat ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Khusus Inggris SAS Membunuh Sipil Tak Bersenjata di Afghanistan
Tulisan selanjutnya Kontroversi RUU Penyiaran, Baleg DPR Dinilai Tak Berperan Baik dalam Sinkronisasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?