Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Korban Tewas di Rakhine Hampir 400 Orang,Erdogan: Ada Genosida di Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 September 2017 23:01 11:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 September 2017 23:01
Bagikan
wanita rohingya korban keganasan militer myanmar
Bagikan

Hidayatullah.com—Diperkirakan ada sekitar 400 orang tewas dalam konflik berdarah di Rakhine, Myanmar barat laut selama seminggu terakhir.

Jumlah korban termasuk warga Muslim Rohingya ini merupakan data resmi yang diakui pemerintah Myanmar.

PBB menyatakan, sekitar 38.000 warga etnis Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh dari Myanmar untuk menghindari operasi militer. Operasi militer diluncurkan setelah kelompok gerilyawan Rohingya menyerang pos-pos polisi dan sebuah pangkalan militer di negara bagian Rakhine pada Jumat dini hari pekan lalu.

”Pada 31 Agustus, 38.000 orang diperkIraqan telah melintasi perbatasan ke Bangladesh,” kata para pejabat PBB pada hari Jumat (1/9/2017) kemarin.

Militer Myanmar mengklaim mereka sedang melakukan operasi pembersihan terhadap ”teroris ekstremis” dan pasukan keamanan telah diperintahkan untuk melindungi warga sipil. Tapi, para warga Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh mengatakan bahwa aksi pembakaran dan pembunuhan terjadi dengan tujuan untuk memaksa mereka keluar dari Rakhine.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Data resmi yang diakui militer dan pemerintah Myanmar menyatakan, ada 399 orang yang tewas dalam seminggu ini. Mereka adalah 370 gerilyawan Rohingya, 13 aparat keamanan, dua pejabat pemerintah dan 14 warga sipil.

Baca: Doakan Rohingya, KH Arifin Ilham: Kebiadaban Myanmar untuk Menguji Keimanan dan Ukhuwah Kita

Sebagai perbandingan, kekerasan komunal pada tahun 2012 di Sittwe, Ibu Kota Rakhine, angka kematian yang diakui pemerintah hampir 200 orang dan 140.000 warga yang mayoritas etnis Rohingya mengungsi.

Militer mengklaim telah mengevakuasi lebih dari 11.700 “warga etnis” dari daerah yang terkena dampak pertempuran. Warga etnis yang dimaksud merujuk pada pooulasi non-Muslim di Rakhine utara.

”Empat dari teroris ditangkap, termasuk seorang anak laki-laki berusia 13 tahun,” kata pihak militer Myanmar, seperti dilansir Reuters. Pasukan keamanan dilaporkan menangkap dua orang lagi di dekat pos polisi Maungdaw karena dicurigai terlibat dalam serangan terhadap pos-pos polisi pekan lalu.

Meski jumlah korban tewas dari pihak warga sipil Rohingya yang diakui militer hanya 14 orang, para aktivis sebelumnya memberikan data yang berbeda. Menurut para aktivis  sekitar 130 orang, termasuk wanita dan anak-anak Rohingya dibunuh dalam tindakan keras militer.

Baca: Berjuang dan Melawan! Pilihan Terakhir Pria Rohingya

Para aktivis menyebutnya sebagai pembantaian besar-besaran. Pembantaian itu terjadi di Desa Chut Pyin, dekat Kota Rathedaung, Myanmar barat.

”Sejauh ini laporan—menurut saya cukup kredibel—menyebutkan sekitar 130 orang termasuk wanita dan anak-anak terbunuh,” kata Chris Lewa, Direktur The Arakan Project, lembaga kemanusiaan yang bekerja dengan komunitas Rohingya.

“Itu terjadi pada hari Minggu ketika pasukan keamanan tiba-tiba mengepung seluruh wilayah, bersama dengan penduduk desa Rakhine, sepertinya ini adalah pembantaian besar-besaran di Rathedaung,” kata Lewa.

Baca: Muhammadiyah Desak PBB, ASEAN, dan Mahkamah Internasional Tindak Tegas Myanmar

Sementara itu, Presiden Turki, Tayyip Erdogan, salah satu pemimpin dunia yang terus bersuara terkait nasib etnis Rohingya menyebut kematian ratusan orang Rohingya di Myanmar sebagai genosida yang ditujukan untuk komunitas Muslim.

“Ada genosida di sana. Mereka tetap diam terhadap ini. Semua orang yang berpaling dari genosida yang dilakukan di bawah tabir demokrasi juga merupakan bagian dari pembantaian ini,” kata Erdogan pada perayaan Idul Fitri Adha di Istanbul seperti dilansir dari Reuters, Jumat (1/9/2017). *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASEANAung San Suu Kyi Fahira IdrisBuddhaburmaErdoganetnis RohingyagenosidaKekerasan Rohingyamuslim RohingyamyanmarRakhineRecep Tayyip ErdoganRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fahira Idris RUU miras Genosida di Depan Mata, Pemerintah Tak Cukup Hanya Seruan Saja
Tulisan selanjutnya Erdogan pembagian vaksin Bahas Kekerasan di Myanmar, Erdogan dan Menlu Turki Kontak Pemimpin Negara Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?