Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Demonstran Tewas Ditembak Aparat di Iraq 157 Orang, Sniper Iran Diduga Terlibat

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2019 06:56 6:56 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Oktober 2019 06:52
Bagikan
GulfNews
Bagikan

Hidayatullah.com-Temuan komite pemerintah Iraq yang menyelidiki demonstrasi berdarah menemukan sebanyak 157 warga sipil tewas akibat senjata tajam yang digunakan pasukan keamanan untuk memadamkan aksi protes anti-pemerintah, lapor Reuters.

Laporan itu menyebutkan, aksi demonstrasi atas tingginya angka pengangguran, buruknya layanan publik dan korupsi yang merajalela meletus pada 1 Oktober, mendorong pihak keamanan melakukan tindakan di luar batas.

Aksi unjuk rasa lima hari pada minggu pertama Oktober 2019, menyebabkan 157 warga sipil tewas dan 4.207 lainnya terluka. 70% kematian disebabkan tembakan pada posisi kepala atau dada.

“Komite menemukan bahwa para perwira dan komandan kehilangan kendali atas pasukan mereka selama aksi protes (dan ini) menyebabkan kekacauan,” kata panel dalam laporan resmi pemerintah Iraq setebal 46 halaman ini. “Tidak ada perintah resmi dari otoritas tertinggi kepada pasukan keamanan untuk menembaki pemrotes atau menggunakan amunisi hidup sama sekali,” tambah laporan itu.

Perdana Menteri Iraq Adel Abdul Mahdi memerintahkan pemecatan terhadap 12 komandan militer dan polisi. Namun kritikus mengatakan langkah Abdul Mahdi tampaknya tidak akan bisa meredakan kemarahan publik atas korupsi yang sudah merajalela.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Keterlibatan Iran

Laporan Panel juga menemukan bukti para penembakan jitu (sniper) yang didukung Iran menargetkan pengunjuk rasa dilakukan dalam sebuah bangunan di pusat Kota Baghdad.

“Komite menemukan selama peluru investigasi lapangan dilakukan dari senapan sniper di dalam sebuah bangunan yang ditinggalkan di dekat sebuah pompa bensin di pusat kota Baghdad,” kata laporan itu.

Sumber-sumber keamanan Iraq  beberapa hari sebelumnya telah memberikan isyarat bahwa bahwa para pemimpin milisi yang berpihak pada Iran memutuskan sendiri untuk membantu menyungkurkan protes massa terhadap pemerintah Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi, yang kekuasaannya yang satu tahun didukung Iran dan didukung kuat kelompok bersenjata dan faksi politik.

“Kami telah mengkonfirmasi bukti bahwa penembak jitu adalah unsur-unsur milisi yang melapor langsung kepada komandan mereka, bukan komandan utama angkatan bersenjata,” kata salah satu sumber keamanan Iraq.

“Mereka milik kelompok yang sangat dekat dengan Iran,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (18/10/2019).

Sumber keamanan Iraq kedua, yang menghadiri briefing keamanan harian pemerintah, mengatakan orang-orang milisi yang mengenakan pakaian hitam menembak pengunjuk rasa pada hari ketiga kerusuhan, ketika jumlah korban tewas melonjak menjadi lebih dari 50 dari sekitar setengah lusin.

Para milisi itu diarahkan oleh Abu Zainab al-Lami, kepala keamanan untuk Hashid, sebuah kelompok paramiliter yang sebagian besar Syiah didukung oleh Iran, sumber kedua mengatakan. Pemimpin Hashid ditugaskan untuk meredam aksi protes oleh sekelompok komandan senior milisi lainnya, kata sumber itu. Sumber tidak menyebutkan berapa banyak penembak jitu yang dikerahkan oleh kelompok-kelompok milisi.

Menurut seorang diplomat, sekelompok komandan senior dari Garda Revolusi Iran melakukan perjalanan ke Irak pada hari kedua protes dan bertemu dengan pejabat intelijen dan keamanan Irak. Setelah pertemuan itu, perwira senior Garda Revolusi Iran dengan pengalaman dalam membatasi kerusuhan sipil terus memberi saran kepada pemerintah Iraq, meskipun tidak ada tentara Iran yang dikerahkan.

Seorang komandan senior dari salah satu milisi yang didukung Iran – yang mengatakan kelompoknya tidak terlibat dalam upaya untuk menghentikan protes atau kekerasan yang timbul – mengatakan Teheran berkonsultasi erat dengan pasukan yang berusaha memadamkan demonstrasi.

“Setelah dua hari, mereka terjun dan memberikan intelijen dan intelijen kepada pemerintah dan milisi,” kata pemimpin milisi itu kepada Reuters.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:demonstrasi Iraqiraniraqpenembak jituSnipersyiahunjuk rasa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Pertahanan AS Bertemu Raja Salman, Minta NATO Melindungi Saudi dari Iran
Tulisan selanjutnya Legislator: Mahasiswa Harus Peka dan Membawa Perubahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?