Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pertemuan Akbar Tahunan Jamaah Tabligh Ditutup, PM Bangladesh Ikut Berdoa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Januari 2020 19:59 7:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Januari 2020 17:45
Bagikan
Pertemuan akbar Jamaah Tabligh atau disebut Bishwa Ijtima’ selama tiga hari di tepi Sungai Turag di Tongi, di pinggiran Dhaka
Bagikan

Hidayatullah.com-Fase pertama pertemuan akbar Jamaah Tabligh yang juga disebut  Bishwa Ijtima’ selama tiga hari berakhir dengan ditutup doa, atau lebih dikenal sebagai ‘Akhir Munajat’ (Doa Penutup), di tepi Sungai Turag di Tongi, di pinggiran Dhaka, Ahad pagi.

Sementara acara kedua Bishwa Ijtema akan dimulai pada 17 Januari depan di tempat yang sama dan berakhir pada 19 Januari.

Untuk fase kedua acara akan dihadiri Moulana Mohammed Saad Kandhalvi di Delhi, seorang cucu pendiri Jamaah Tabligh.

Acara di fase pertama Ijtema dimulai setelah shalat Subuh pada hari Jumat. Acara ini diselenggarakan oleh ‘Alami Sura’, yang lebih dikenal sebagai pengikut Maulana Zubair Ahmad dari Bangladesh.

Bishwa Ijtema撮影作戦終わり!サポートしてくれた皆さまありがとうございました! pic.twitter.com/O7gPIjGjsv

— カイル (@kylemagi) January 12, 2020

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Maulana Zubair Ahmad, imam Masjid Kakrail Dhaka, markas Jamaah Tabligh Bangladesh, melakukan doa penutup yang dimulai sekitar pukul 11:10 pagi waktu setempat dan berlangsung selama 38 menit berikutnya. 18 menit pertama menggunakan bahasa Urdu dan 20 menit berikutnya menggunakan bahasa Bangla, kutip laman Newagebd.net.

Dalam akhir munajat, para Jemaah berdoa untuk perdamaian dan kemakmuran, kemajuan spiritual, permuliaan dan kesejahteraan umat Islam.

Ulama Pakistan Maulana Ziaul Haque menyampaikan khotbah setelah shalat Fajr diikuti oleh khotbah khusus “hedayeti bayan” oleh cendekiawan Islam India Moulana Ibrahim Dewla, sebelum doa penutup.

Pada hari terakhir, para pemimpin ‘Alami Sura’ dalam sebuah pertemuan memutuskan untuk mengadakan Ijtema dalam dua fase – satu antara 8 Januari dan 10 Januari dan yang lainnya antara 15 Januari dan 17 Januari pada 2021, Mufti Jahir Ibna Muslim, koordinator urusan media dari Bishwa Ijtima’ kepada New Age.

Selama 3 hari Ijtima’, tokoh Islam dan para pemimpin Jamaah Tabligh menyampaikan khotbah tentang iman kepada Allah, akhlak, sopan santun, praktik dan undangan untuk Islam.

イスラム教第二の規模の集会Bishwa Ijtemaの第1週目が終わりました。200万人以上が参加する集会がおわり最寄駅はわけがわからなくなっています。 pic.twitter.com/nkjA9yDrsc

— カイル (@kylemagi) January 12, 2020

Acara ini dihadiri ratusan ribu orang. Semua jalan menuju tempat dari berbagai bagian jalan raya Dhaka-Mymensingh yang membentang dari bandara ke Chandana Chourasta, Mirer Bazar ke Tongi di Gazipur di Jalan Raya Dhaka-Sylhet dan dari Abdullahpur ke Bypass Road di Jalan Abdullahpur-Ashulia dibatalkan guna membatasi kendaraan sampai akhir munajat.

Kereta Api Bangladesh mengoperasikan layanan khusus di beberapa tujuan bagi umat yang ikut berpartisipasi dalam sidang.

Ribuan jamaah membanjiri tempat Ijtima’ sejak dini hari dan kerumunan orang menyebar ke daerah-daerah yang berdekatan, termasuk bentangan panjang jalan raya Dhaka-Mymensingh dan jalan Tongi-Ashulia.

Pada hari Ahad, tiga orang jamaah yang ikut acara ini – Ali Mahmud, 75, dari Cox’s Bazar, Abdul Momen, 65, dari Joypurhat dan Mazharul Islam dari Netrokona– meninggal di tempat Ijtima’, meningkatkan jumlah kematian selama Ijtima’ menjadi 12 orang di acara ini.

Doa Sheikh Hasina

Sementara itu, Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina juga ikut berdoa pada Akhir Munajat (doa terakhir) dari Bishwa Ijtima’.

Didampingi oleh adik perempuannya, Sheikh Rehana, Perdana Menteri Bangladeh ikut ambil bagian dalam bermunajat saat pertemuan Muslim terbesar dari kediaman resminya di Ganabhaban pada Ahad pagi, kutip Dhaka Tribune.

https://twitter.com/sajol_hasinur/status/1216299896258433024

Sementara Sheikh Mohammad Abdullah yang menjabat sebagai Menteri Negara untuk Urusan Agama Bangladesh bersama para serta karyawan Kantor Perdana Menteri dan Ganabhaban juga mengambil bagian dalam bermunajat dari Ganabhaban, lapor BSS.

Lahir 1926, Jamaah Tabligh adalah gerakan pendidikan dan da’wah global yang tujuan utamanya membangun pengakuan sejati Allah dan mengajarkan sopan santun.

Jamaah Tablig berbasis di New Delhi telah mengorganisir acara Ijtima’ sejak 1967.

Untuk mengelola semakin banyaknya orang yang datang dari dalam dan luar negeri, acara dipecah dalam dua fase sejak tahun 2011.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshBishwa Ijtima’DhakaJamaah TablighMunajat Sungai Turag
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ethiopia Undang Afrika Selatan Jadi Mediator Pertikaiannya Bendungan Sungai Nil
Tulisan selanjutnya Pengadilan Tinggi Lahore Batalkan Hukuman Mati Pervez Musharraf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim

Berita
6 Juli 2026 20:46
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
30 Tahun Menyalahgunakan Kekuasaan Pejabat China Diganjar Hukuman Mati
Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara
BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan

Terbaru

  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien
  • TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi
  • Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?