Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Beijing: Presiden Xi Jinping Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Juli 2022 15:00 3:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Juli 2022 14:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Beijing berusaha meyakinkan rakyat bahwa vaksin Covid-19 buatan China aman dan telah diberikan kepada para pejabat pemerintah dan petinggi Partai Komunis termasuk Presiden Xi Jinping.

“Para pemimpin negara bagian dan partai China semuanya telah divaksinasi terhadap Covid-19 dengan suntikan yang dibuat di dalam negeri,” kata Wakil Kepala Komisi Kesehatan Nasional Zeng Yixin hari Sabtu (23/7/2022).

Di China, “pemimpin negara bagian dan partai” adalah kategori khusus pejabat tinggi di tingkat nasional dan wakil nasional yang mencakup presiden, Xi Jinping, dan perdana menteri, Li Keqiang.

Komentar Zeng, yang tidak merinci kapan para pejabat tinggi China menerima suntikan dan berapa banyak dosis yang mereka terima, dikemukakan sekitar dua tahun setelah negara itu meluncurkan program vaksinasi Covid. China tertinggal dari banyak negara lain dalam menginformasikan tentang status vaksinasi para pemimpin mereka kepada publik.

Vaksin Covid-19 China yang paling sering digunakan dibuat oleh Sinovac dan Sinopharm. Negara tersebut belum menyetujui produk Covid buatan luar negeri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Vaksin Covid tidak menyebabkan leukemia atau diabetes, juga tidak mempengaruhi perkembangan genetik, menyebabkan metastasis tumor atau peningkatan yang bergantung pada antibodi, dan itu semua adalah informasi palsu yang tidak bertanggung jawab yang beredar di internet,” kata Wang Fusheng, seorang ahli penyakit menular di sebuah rumah sakit yang berafiliasi dengan militer China.

Tingkat rawat inap untuk diabetes dan leukemia serupa selama 2018-2022, dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters.

Bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun, vaksinasi primer lengkap menggunakan suntikan buatan China mengurangi risiko berkembang menjadi penyakit parah sebesar 89%, sementara dosis booster lebih jauh menurunkan risiko hingga 95%, dibandingkan dengan yang tidak divaksinasi, kata Feng Zijian, seorang pejabat di Asosiasi Pengobatan Pencegahan Tiongkok.

China melaporkan 982 kasus coronavirus baru pada 23 Juli, naik dari 817 kasus baru sehari sebelumnya, kata Komisi Kesehatan Nasional mengatakan pada hari Ahad. Sebagian besar kasus berada di Provinsi Gansu dan Provinsi Guangxi.

Negara itu telah mencapai tingkat vaksinasi 89,7% dan memberikan sekitar 56% dari 1,41 miliar penduduknya dosis booster, tetapi hanya 61% dari warga yang berusia di atas 80 tahun telah menyelesaikan vaksinasi utama mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Beijingchinacoronaviruscovid-19vaksinXi Jinping
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ratusan Pemotor Bersenjata Bunuh Belasan Orang Termasuk Polisi Nigeria
Tulisan selanjutnya Pemberontak Houthi Melakukan 277 Pelanggaran Kurun 48 Jam di Yaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya

Berita
12 Juli 2026 10:14
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?