Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penulis  ‘Ayat-ayat Setan’ yang Difatwa Mati Iran Salman Rushdie Ditikam di Atas Panggung

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Agustus 2022 06:38 6:38 am
Ahmad
Dipublikasikan 13 Agustus 2022 06:30
Bagikan
penulis novel The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan) paling diburu, Salman Rushdie
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah bertahun-tahun tersandera dengan ancaman pembunuhan, penulis novel The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan) paling diburu, Salman Rushdie  ditikam di atas panggung di negara bagian New York.  Pemenang Booker Prize berusia  75 itu mengalami hari naas saat berbicara di sebuah acara di Chautauqua Institution pada saat itu, kutip BBC.

Polisi Negara Bagian New York mengatakan seorang pria berlari ke atas panggung dan menyerang Rushdie dan seorang pewawancara.  Polisi menahan seorang tersangka bernama Hadi Matar, 24, dari Fairview, New Jersey.

Menurut BBC,  Rushdie ditikam setidaknya sekali di leher, dan setidaknya sekali di perut. Dia dibawa ke rumah sakit di Erie, Pennsylvania, dengan helikopter. Belum ada motif atau tuduhan yang dikonfirmasi oleh polisi.

Penulis telah menjalani operasi, polisi dan agennya mengkonfirmasi.  Pewawancara yang juga berada di atas panggung, Henry Reese, mengalami cedera kepala ringan dan dibawa ke rumah sakit setempat.

Reese adalah salah satu pendiri organisasi nirlaba yang menyediakan perlindungan bagi para penulis yang diasingkan di bawah ‘ancaman pembunuhan’. Polisi mengatakan pada konferensi pers bahwa staf dan penonton bergegas menyerang pelaku dan menangkapnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

"El fanatismo, los prejuicios, el odio, la violencia o
la amenaza de violencia no son valores humanos”.
Salman Rushdie#SalmanRusdhie ha sido apuñalado en el cuello y trasladado en helicóptero a un hospital, mientras pronunciaba una conferencia. pic.twitter.com/GKAQ0Wa7wG

— literland (@literlandweb1) August 12, 2022

Sebuah video yang diunggah secara online menunjukkan saat orang-orang berlari ke atas panggung segera setelah insiden itu. Polisi mengatakan seorang dokter di antara penonton memberikan pertolongan pertama kepada Rushdie.

Fatwa Mati

Novelis kelahiran India Rushdie adalah penulis Midnight’s Children pada tahun 1981, yang kemudian terjual lebih dari satu juta kopi di Inggris. Namanya melambung setelah menulis yang dianggap menghina Islam berjudul The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan) tahun 1988.

Penerbitan The Satanic Verses memicu kemarahan dunia Muslim. Hal tersebut karena salah satu karakter, bernama “Mahound”, memiliki kemiripan dengan kisah Nabi Muhammad ﷺ. Nama Mahound sendiri sering digunakan dalam drama Kristen abad pertengahan untuk menggambarkan tokoh setan.

Banyak Muslim menyimpulkan Rushdie, dalam novelnya, nampak ingin mengarahkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah seorang nabi palsu.  Dalam novel tersebut, Rushdie juga menamai dua belas pelacur di rumah bordil dengan nama-nama istri Nabi.

Dia menggunakan tradisi yang didiskreditkan dan palsu – yang disebut Ayat-ayat Setan – di mana Setan mengilhami Muhammad ﷺ untuk berkompromi dengan orang-orang Makkah dan membiarkan mereka terus menyembah dewa-dewa lain dalam upaya untuk memikat mereka masuk Islam.

Menurut BBC,  Rushdie ditikam setidaknya sekali di leher, dan setidaknya sekali di perut.

Selain mengejek Nabi Muhammad ada karakter yang secara jelas didasarkan pada Pemimpin Tertinggi Syiah Iran.  Pada 14 Februari 1989, Ayatollah Khomeini, mengeluarkan tanggapan paling keras, menyerukan “semua Muslim pemberani” untuk membunuh Rushdie dan penerbitnya.

Khomeini mengeluarkan fatwa hukuman mati dan sayembara bagi yang bisa membunuhnya akan mendapat hadiah $ 3 juta kala itu (sekarang sekitar Rp 44 miliar), dan sebuah yayasan keagamaan Iran menambahkan lebih $500.000 hadiah tambahan pada tahun 2012.

Warga negara Inggris-Amerika – yang seorang ateis ini – telah telah menghadapi ancaman pembunuhan selama lebih dari 30 tahun sejak penerbitan The Satanic Verses. Sejak peristiwa ini membuatkan harus bersembunyi selama hampir sembilan tahun.

Rushdie sendiri mengatakan dorongan utama novelnya adalah untuk memeriksa pengalaman imigran, tetapi beberapa Muslim tersinggung oleh penggambaran Nabi Muhammad ﷺ dan mempertanyakan sifat wahyu Al-Qur’an sebagai firman Tuhan.

“Ayat-ayat Setan” dilarang pertama kali di negara kelahiran penulisnya, India, dan kemudian beberapa negara lain sebelum Ayatollah Khomeini dari Iran mengeluarkan fatwanya ancaman hukuman mati baginya.  Fatwa yang belum dibatalkan sampai hari ini menyerukan pembunuhan siapa pun yang terlibat dalam penerbitan buku tersebut dan menawarkan hadiah kepada mereka yang mengambil bagian dalam pembunuhan tersebut.  

Ia sempat meminta maaf namun tetapi bersembunyi selama 10 tahun setelah keluarnya fatwa, namun tidak pernah menyesal menulis itu. Meskipun Salman Rushdie melukai banyak umat Islan, ia dianugerahi gelar bangsawan pada tahun 2007 oleh Ratu Inggris, yang ujungnya memicu aksi protes di Iran dan Pakistan.

Penampilannya di acara Chautauqua Institution, di barat New York, adalah yang pertama dalam rangkaian kuliah musim panas yang diselenggarakan oleh organisasi nirlaba.  “Terkejut bahwa Sir Salman Rushdie telah ditikam saat menjalankan hak yang tidak boleh berhenti kami pertahankan,” ujar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melalui ciutan twitter.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ayat-ayat SetanSalman RushdieThe Satanic Verses
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Innalillahi… Pendiri Hidayatullah Ustadz Nazir Hasan Wafat
Tulisan selanjutnya Salman Rushdie Kemungkinan akan Kehilangan Satu Mata, Livernya Rusak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?