HIdayatullah.com—Pesawat-pesawat tempur ‘Israel’ pada dini hari Kamis (13/08/2020) melancarkan serangan udara baru di Jalur Gaza yang terkepung, serangan tersebut menyebabkan kerusakan materi pada sekolah dan beberapa rumah, Palinfo melaporkan.
Menurut sumber-sumber lokal, serangan udara menargetkan markas perlawanan di barat Kota Gaza dan sebidang tanah pertanian di timur Beit Hanoun, utara Jalur tersebut.
Sebuah pesawat perang juga membom sebidang tanah di daerah Sufa di timur laut Rafah di Gaza selatan.
Sebuah pos perlawanan di timur Deir al-Balah di Gaza tengah juga dibom dalam serangan artileri.
Dalam beberapa hari terakhir, tentara pendudukan ‘Israel’ melancarkan beberapa serangan udara dan artileri di Gaza.
Sementara itu, pada hari yang sama, tentara pendudukan ‘Israel’ juga mengumumkan keputusannya untuk berhenti mengizinkan pengiriman bahan bakar memasuki Jalur Gaza yang diblokade.
Tentara ‘Israel’ dengan semena-mena juga mengurangi zona penangkapan ikan yang diizinkan di lepas pantai Gaza dari 15 mil laut (sekitar 27,8 km) menjadi delapan mil laut sampai pemberitahuan lebih lanjut, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor koordinator kegiatan pemerintah ‘Israel’ di Tepi Barat yang diduduki dan Gaza.
Militer Selasa (11/082020) lalu telah menutup perlintasan perbatasan Karam dan melarang masuknya truk kargo, termasuk yang membawa bahan bangunan.
Serangan udara dan artileri juga menargetkan area berbeda baru-baru ini. Serangan udara subuh hari ini menyebabkan kerusakan materi pada sekolah UNRWA dan beberapa rumah.
Tentara Israel mengklaim serangan dan pembatasannya baru-baru ini di Gaza adalah balasan setelah berhari-hari peluncuran balon pembakar oleh para pemuda Palestina ke wilayah Israel.
Namun, sumber-sumber lokal di Gaza menggambarkan peluncuran balon yang membawa pembakar ke permukiman ‘Israel’ oleh para pemuda sebagai tindakan protes terhadap pengkhinatan Israel atas perjanjian gencatan senjata sebelumnya, meredakan blokade di Gaza dan berhenti menyerang nelayan.*