Hidayatullah.com — Bertempat di Ruang Serba Guna Masjid At-Tiin Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Ahad pagi (21/06) kemarin berlangsung acara penutupan Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Duta Besar (Dubes) kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Abdulrahman Muhammad Amin Al Khayyath.
Selain itu, hadir pula Menpora Dr. H.Adyaksa Dault, SH., M.Si, Dirjen Bimas Islam Depag RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA., dan Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Prof. Dr. KH. Ahmad Satori Ismail, sekaligus sebagai ketua panitia pelaksana.
Tidak seperti tahun sebelumnya, perhelatan acara Musabaqah Tahunan Hafalan Al Qur’an dan Hadits ini berlangsung di Bulan Juni. Satu bulan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya yang berlangsung di bulan Juli dengan tanggal yang sama.
Musabaqah Tahunan Hafalan Al Qur’an dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud di Indonesia Tingkat Nasional III ini terselenggara atas kerjasama Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia di Indonesia dan Departemen Agama Republik Indonesia.
Acara Musabaqah ini rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Kantor Atase Agama Kedutaan Saudi Arabia di Indonesia dengan bekerjasama lembaga-lembaga Islam yang ada, seperti Departemen Agama dan lembaga-lembaga Islam yang lain.
Dalam sambutannya Satori mengatakan, pada musabaqah kali ini untuk hafalan Al- Qur’an dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yakni kategori 10 Juz, kategori 15 Juz, dan kategori 30 Juz. Peserta yang hadir dari 21 provinsi di seluruh Indonesia.
Satori menambahkan, pada Juli-Agustus 2009 mendatang, Musabaqah tingkat Internasional pun akan dilakukan di Jakarta dengan menghadirkan peserta dari negara-nergara ASEAN, seperti Thailand, Hongkong, Vietnam, dan juga Myanmar.
”Selain itu, untuk tingkat ini kita akan mengambil hakim langsung dari Masjidil Haram,” tutur Satori yang ditimpali gemuruh takbir hadirin.
Satori berharap agar momen seperti ini tidak saja menjadi acara seremonial belaka, tapi mampu memberikan motivasi kepada peserta dan juga umat Islam agar punya kepedulian untuk menghidupkan Al-Qur’an. ”Harapannya agar ini bisa menyadarkan kita bahwa betapa luar biasanya Al Qur’an ini sebagai pedoman. Ia akan senatiasa terjaga selamanya,” ungkapnya. [ain/hidayatullah.com]
Fotonya ambil dikiriman Ainuddin