Hidayatullah.com–Menpora Dr. H.Adyaksa Dault, SH., M.Si meminta partai dan politisi untuk tidak berpolitik guna kepentingan sesaat, termasuk politik dengan alasan dakwah sekalipun. Pernyataan ini disampaikan pada acara penutupan Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits, Ahad (21/06) kemarin.
”Jangan berbuat sesuatu karena kepentingan politis saja, koalisi, atau kepentingan sesaat. Tapi semua harus kepentingan dakwah,” tegasnya dengan nada tinggi.
Bahkan di kesempatan lain, ia malah mengatakan bahwa negara butuh perubahan yang segera dan cepat.
Selanjutnya, Adyaksa Dault berharap semoga ke depan Indonesia segera mendapatkan pemimpin yang berjiwa dan mengamalkan Al-Qur’an. ”Kita yakin, akan lahir pemimpin yang hafal dan mengamalkan Al-Qur’an yang akan memimpin bangsa ini. Merekalah yang sekata dengan perbuatan,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dault mengutip pendapat Kenichi Ohmae, pakar bisnis dan strategi korporat dunia. Menurut Dault, ada empat “I” yang akan mengubah dunia. Keempat “I” tersebut adalah Industri, Investasi, Individualisme, dan Informasi. Hal itu diungkapkan Dault terkait derasnya arus globalisasi yang terjadi saat ini.
”Kita tidak bisa lari dari globalisasi. Kita mesti menghadapinya. Nah, untuk menghadapinya ya dengan Al Qur’an dan Hadits ini, tidak ada yang lain,” terang mantan Ketua KNPI ini. [ain/hidayatullah.com]