Hidayatullah.com–Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, seluruh bangunan madrasah ibtidaiyah (MI) di Indonesia akan direnovasi pada 2009.
“Tahun ini seluruh MI di Indonesia akan direnovasi dan tahun berikutnya untuk Madrasah Tsanawiyah, serta dilanjutkan untuk Madrasah Aliyah. Akan tetapi, hal ini tergantung pada kebijakan pengganti saya,” kata Maftuh Basyuni saat memberi sambutan dalam “Sosialisasi Program Pembangunan Pendidikan Islam” di Pondok Pesantren Roudhotuttolibin, Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah.
Menurut Menag, saat ini sudah tidak ada lagi dikotomi antara sekolah dan madrasah sehingga semuanya harus mendapat perhatian.
Mengenai kepemilikan lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Departemen Agama, Maftuh mengatakan, sekitar 92 persen dimiliki swasta dan hingga saat ini kondisinya masih banyak yang memprihatinkan. “Ironisnya sebagian besar pemiliknya adalah keluarga,” katanya.
Terkait tuntutan zaman, dia mengharapkan, seluruh lembaga pendidikan Islam, termasuk pesantren, memberikan pengetahuan umum di dalam pembelajaran.
Kendati ditambah materi pengetahuan yang baru, kata Menag, program pembelajaran yang lama dan biasa digunakan, harus tetap dipertahankan.
“Kalau dulu sekolah ditambah pelajaran agama, sekarang pesantren harus ditambah pengetahuan umum,” katanya.
Untuk itu, dia mengaku konsisten terhadap program yang dilaksanakan, yakni melengkapi pesantren dengan fasilitas perpustakaan.
Menurut dia, keberadaan perpustakaan di lingkungan pesantren sangat diperlukan karena banyak buku menarik karya sejumlah ulama yang dapat dikoleksi dan dijadikan rujukan dalam pembelajaran.
Terkait hal itu, Maftuh Basyuni memberikan bantuan senilai Rp75 juta untuk pengembangan perpustakaan di Pondok Pesantren Roudhotuttolibin, Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Banyumas. [ant/dep/hidayatullah.com]