Hidayatullah.com–Seorang pejabat senior Iran telah membantah bahwa negaranya memasok rudal Fajr 5 yang para pejuang Palestina telah tembakkan di Tel Aviv, kata televisi Iran Al-Alam pada Sabtu (17/11/2012) dikutip Antara.
“Kami menyangkal telah mengirimkan Fajr 5 untuk perlawanan Palestina. Tujuan dari tuduhan tersebut adalah untuk menggambarkan perlawanan itu lemah padahal mereka sangat mampu memproduksi senjata yang dibutuhkan,” kata Boroujerdi Allaeddine, kepala komite urusan luar negeri parlemen.
Jihad Islam mengklaim pihaknya menembakkan Fajr 5 yang jatuh ke dalam laut lepas pantai Tel Aviv pada Kamis, dalam serangan pertama semacam itu di jantung Israel sejak rezim Irak Saddam Hussin menembakkan rudal Scud selama Perang Teluk 1991.
Sirene bergema lagi di Tel Aviv pada Sabtu untuk hari ketiga berturut-turut, dan orang-orang n bergegas mencari perlindungan, sehari setelah sebuah roket jatuh ke Mediterania dekat pusat kota, kata koresponden AFP.
Roket terbaru dicegat oleh sistem pertahanan Israel Iron Dome.
Sayap bersenjata gerakan Islam Hamas yang memerintah Gaza dan seperti halnya Jihad Islam yang Syiah dan didukung oleh Teheran, mengklaim pihaknya menembakkan Fajr 5 terakhir.
Roket Fajr 5 memiliki jangkauan jauh lebih besar daripada roket Qassam yang diproduksi rumahan yang biasanya digunakan oleh gerilyawan Palestina di Gaza dengan target Israel, namun tidak sangat akurat, kata analis pertahanan.
Roket Fajr 5 bisa ditembakkan dari belakang sebuah truk 6×6 untuk mencapai target sampai 75 kilometer (46 mil).
Meski demikian, Hamas melalui sayap militer Izzuddin al Qassam telah berhasil merontokkan pesawat tempur andalan Israel F16 buatan Amerika, juga ikut menggetarkan Israel dengan mengirim rudal ke kapal-kapal Zionis juga menyerang tank-tank mereka.*