Hidayatullah.com–Aksi solidaritas terhadap Palestina di Bengkulu masih berlangsung. Minggu (26/11/2012) tiga rombongan demonstrasi massa menggelar aksi solidaritas terhadap negara yang sedang mengalami agresi militer dari Zionis Israel itu. Tiga aliansi itu, mereka yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Seluruh Pimpinan Cabang se-Kota Bengkulu, aliansi yang tergabung dalam Gerakan Bengkulu Peduli Palestina, dan aliansi yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus.
Kedua aksi solidaritas ini berlangsung damai. IMM yang melakukan aksi lebih dulu, memulai aksinya dari kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) sekitar pukul 08.00 WIB. Dari kampus, aksi yang diikuti oleh 153 massa aksi ini kemudian menempuh rute ke Simpang Lima Bengkulu. Pada dititik ini, koordinator aksi membuka orasinya.
“Kami mengutuk keras serangan Israel ke wilayah Jalur Gaza. Kami menganggap serangan itu sebagai tindakan biadab dan barbarian. Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Bengkulu mendukung perjuangan rakyat Palestina agar negara tersebut mendapatkan pengakuan atas tanah, perdamaian dan kehidupan mereka,” teriak Yogianto, Koordinator Aksi, di hadapan ratusan massa aksi.
Ia melanjutkan, sejak tahun 1948, rakyat Palestina hidup dalam penderitaan. Mereka telah kehilangan negara, tanah, kemerdekaan, dan kebebasan. Mereka bahkan tidak punya hak untuk memilih pemerintahan sendiri. Setiap Israel menyerbu Palestina, pemimpin mereka selalu berdalih bahwa serbuan tersebut tak lebih dari upaya membela diri dari roket-roket pejuang Palestina. Dan ironisnya dalih Israel itu dibenarkan Presiden AS Barack Obama dan pemimpin-pemimpin Barat. Bagi IMM, lanjutnya, agresi Israel ke Palestina lebih dari sekedar motif agama. Agresi tersebut lebih banyak dimotivasi oleh faktor ekonomi-politik.
“Agresi tersebut adalah bentuk penjajahan modern. Israel adalah negara kapitalis yang rakus dan tamak. Mereka menginginkan Jalur Gaza karena daerah itulah yang menjadi sasaran empuk bagi barang-barang produk Israel. Penjajah Israel, dengan mengandalkan kekuatan militernya, mencegah Palestina mengembangkan kekuatan ekonominya, khususnya industri semen, yang potensial menyaingi industri Israel. Pada saat yang sama, Gaza menjadi pasar tenaga kerja murah bagi perekonomian Israel,” ungkap Yogianto lebih lanjut, dimuat laman Bengkulu Ekspress.
IMM mengajak agar bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Bengkulu, mengutuk serangan Israel itu. Bagi mereka hal ini merupakan perintah dari pembukaan konstitusi Indonesia yang menyebutkan, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”
Sementara itu, sekitar 170-an orang massa aksi Gerakan Bengkulu Peduli Palestina membuka aksinya sekitar pukul 09.00 WIB dari Masjid Jamik. Aksi ini membentuk rantai manusia sepanjang hampir setengah kilometer sepanjang Jalan Soeprapto. Sambil meneriakan kutukan atas serangan Israel terhadap Palestina, massa aksi juga mengusung poster-poster yang bertuliskan ajakan solidaritas kepada bangsa Palestina.
Dari atas mobil komando, Hermansyah, korlap aksi ini menyatakan, “Kami dari Alinasi Gerakan Bengkulu Peduli Palestina menuntut pemerintah Indonesia untuk mendorong PBB menerima proposal Palestina sebagai State-Observer. Kami juga menuntut pemerintah Indonesia membuka konsul kehormatan di Palestina. Dan kepada Pemerintah Daerah, kami menuntut agar mau ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina saat ini.”
Massa aksi Gerakan Bengkulu Peduli Palestina tidak hanya melakukan orasi-orasi, tapi juga meminta kepada masyarakat di sepanjang Jalan Soeprato untuk memberikan donasi yang akan mereka kirimkan ke Palestina. Dari penggalangan dana tersebut, mereka mengumpulkan Rp 8 juta lebih. Dana yang terkumpul akan mereka setorkan ke Pusat untuk diteruskan ke Palestina. Aksi berakhir dengan pembacaan pernyataan sikap di Simpang Lima.
Di sisi lain, sekitar 250 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Bengkulu, yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) serta dari BEM Universitas Bengkulu, BEM Universitas Muhammadiyah Bengkulu, dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) juga melakukan Aksi dan Penggalangan Dana Peduli Palestina di Simpang Lima Bengkulu. Aksi ini dimulai sekitar pukul 09.30 dan diawali dengan berjalan dari masjid Jamik menuju Simpang lima Bengkulu dengan membawa mobil berpengeras suara serta karton-karton yang bertuliskan kecaman terhadap Israel, seperti boikot Israel, kebebasan Palestina berarti perdamaian Dunia, dan Israel teroris.
“Aksi ini merupakan aksi nasional yang dilakukan FSLDK seluruh Indonesia,” ucap Korlap. Setelah setengah jam melakukan aksi, mereka kembali berjalan menuju Masjid Jamik melakukan Salat Ghaib dan kemudian membubarkan diri. Dalam aksi ini mereka dikawal puluhan personil polisi gabungan dari Polres Bengkulu dan Polsek Gading Cempaka dan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Bengkulu AKP Mada Ramadita SIK.*