Hidayatullah.com—Bertempat sekretariat FIS masjid Nurul Ikhlas Jalan Cihampelas Kota Bandung Kamis (17/07/2013) pihak Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM) yang diwakili sekretaris umumnya M.Hasiri Mutaqin menjelaskan bahwa Amanat Keagungan (AKI) sebuah aliran kepercayaan yang meresahkan warga Jawa Barat telah dibubarkan atau ditutup kegiatannya oleh Bakorpakem karena dianggap menyimpang dari ajaran Islam.
“AKI secara aktivitas telah bubar dan kegiatannya sudah dihentikan atau ditutup sejak Aki Syamsu meninggal dunia. Jadi jika masih ada yang mengajarkan dan menyebarkan AKI, itu di luar Yaskum,” jelas Hasiri yang juga menantu Aki Syamsu tersebut. Almarhum Muhamad Syamsu (atau dipanggil Aki Syamsu) adalah pendiri dan penyebar AKI.
Hasiri menduga jika ada pihak atau kelompok yang mengembangkan lagi ajaran AKI maka bisa jadi itu adalah oknum atau mantan pengikut Aki Syamsu yang menumpang nama YASKUM.
Untuk itu pihaknya berharap kepada masyarakat atau Ormas Islam melaporkan pada Yaskum atau pihak berwajib jika itu terjadi.
Ia juga mengaku bahwa pihak Yaskum sendiri sudah melaporkan beberapa orang yang mencatut nama Yaskum dalam menyebarkan ajaran AKI.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini Yaskum yang telah menyebar di beberapa wilayah di Indonesia hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial.
Pihaknya mengaku siap bekerja sama dengan berbagai kalangan termasuk ormas Islam dalam hal menangani aliran sesat yang mengatasnamakan ajaran Islam. Namun demikian Hasiri mengaku hingga saat ini beberapa mantan muridnya atau pengikut Aki Syamsu masih mengamalkan ajaran tersebut secara pribadi.
Mendapat penjelasan tersebut salah satu perwakilan Ormas, Suryana Nurfatwa dari Pagar Akidah (Gardah) menyatakan bahwa penjelasan Yaskum bisa dipahami. Namun dilapangan komunitas AKI tersebut masih suka mengadakan ritual yang menyimpang dari ajaran Islam. Sehingga hal tersebut dianggap berpotensi dapat memicu keresahan umat Islam.
“Kami pernah investigasi ternyata di dalam AKI sendiri luas dan banyak macamnya. Di Soreang Bandung kami pernah menangani AKI yang disebarkan oleh Andreas dan Alhamdulillah bisa kita tuntaskan,”aku Suryana.
Ia menambahkan akhir-akhir ini pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa komunitas AKI kembali “hidup”lagi di beberapa daerah di Bandung yang mengaku dari Yaskum.Meski ia mengaku belum melakukan investigasi namun keberadaan dan kemunculan komunitas tersebut harus di waspadai.Ia juga belum bisa memastikan dari pihak mana kelompok tersebut digerakan atau di bawah koordinasi.
Ia menjelaskan bahwa inti kesesatan ajaran AKI yang berasal dan berkembang dari Garut tersebut adalah menggabung ajaran semua agama (termasuk Islam), meninggalkan shalat yang diganti dengan ritual dzkir saat tengah malam. Dalam melaksankan ritual tersebut suasananya gelap dengan disertai aroma wangi-wangian. Selain itu menurutnya sang pendirinya mengaku mendapat wahyu.
Acara yang di hadiri perwakilan elemen Ormas Islam dan anggota Yaskum tersebut berakhir saat berkumandang adzan Maghrib. Sebelum acara dialog ditutup, pihak Yaskum sendiri menawarkan jika ada pihak yang masih belum paham dan jelas dipersilakan menghubungi langsung ke sekretariat pusat atau daerah. Yaskum mengaku terbuka dan siap berdialog dengan berbagai pihak untuk menjelaskan permasalahan yang ada.
Menanggapi hal tersebut, Hari Nugraha selaku humas FIS menyatakan menyambut baik dan mengapresiasi langkah Yaskum yang bersedia berdialog. Untuk dalam waktu dekat acara serupa akan dilanjutkan kembali agar tidak ada salah paham dan dapat menanggulangi soal aliran sesat secara bersama-sama.*