Hidayatullah.com–Dalam upaya ikut mewarnai dan melengkapi khazanah perkamusan bahasa Arab di Indonesia, kini telah hadir Kamus Akbar Bahasa Arab (Indonesia-Arab) atau disingkat KABA.
Penyusunan kamus yang memiliki tebal 1568 halaman ini penuh dengan liku-liku dan memakan waktu panjang.
“Saya menyusun kamus ini penuh dengan perjuangan dan pengorbanan,” terang A. Thoha Husein Al-Mujahid, penyusun KABA ketika ditemui hidayatullah.com di Mahad El-Suchary, Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (28/11/2013) siang.
Thoha mengaku jika proses penyusunan KABA ini berlangsung selama 14 tahun. Selama 14 tahun itu, siang-malam Thoha tidak kenal lelah mengumpulkan satu persatu kata-kata yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Arab.
“Selama proses menyusun kamus itu kadang keluarga saya ungsikan dulu ke Purwokerto. Agar fokus saya juga melepas pekerjaan,” kenang Thoha.
Konsekuensi dari melepas pekerjaan membuat penghasilan Thoha sempat seret. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya Thoha meminjam uang dari kenalannya, bahkan ada juga yang memberi uang secara cuma-cuma.
“Alhamdulillah utang-utang saya sudah terlunasi,” ucapnya.
Thoha meyakini dengan langkah ini penyusunan kamus akan selesai. Sejujurnya, kata Thoha, banyak orang yang mahir bahasa Arab, tetapi karena keterbatasan waktu mereka tidak sempat menyusun kamus bahasa Arab.
“Para pakar bahasa Arab itu sebetulnya ingin sekali dapat menyusun kamus bahasa Arab. Tetapi karena sibuk, mereka tidak sempat. Makanya saya memfokuskan diri selama 14 tahun untuk menyusun kamus. Kalau tidak begitu, mungkin kamus yang saya susun juga tidak akan pernah selesai,” kata Thoha.
KABA diterbitkan penerbit Gema Insani. KABA merupakan kamus bahasa Arab yang diharapkan memberi sumbangan intelektual yang besar terhadap perkembangan karya-karya leksikografi di tanah air khususnya dan di dunia internasional umumnya.*