Hidayatullah.com—Berbeda dengan tempat lain yang selalu menghabiskan malam Tahun Baru dengan hura-hura, pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menggelar doa bersama dan dzikir akbar untuk menyambut tahun baru 2014.
Menurut Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kutai Timur H Mugeni di Sangatta, Selasa, acara tersebutu dihelat di rumah jabatan Bupati Kutai Timur Isran Noor di Bukit Pelangi.
“Keberhasilan yang dicapai dalam melaksanakan pembangunan selama 2013 itu patut kita syukuri. Dan di tahun 2014 diharapkan semakin meningkat lebih baik dan rakyat semakin sejahtera,” katanya dikutip Antara, Selasa, (31/12/2013).
“Mudah-mudahan dengan doa dan dzikir yang dilaksanakan ini, mendatangkan berkah dan kebaikan bagi bangsa dan negara khususnya bagi warga di Kutai Timur,” tambah dia.
Bebas Maksiat dan Larang Konvoi
Sementara itu, agar malam pergantian Tahun Baru lebih berkah, Kepala Dinas Bakesbangpol Linmas (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik-Perlindungan Masyarakat) Surabaya mengawal pergantian malam Tahun Baru 2014 dengan ketat razia remaja dan larangan penggunaan kendaraan masuk kota.
“Kami akan mengerahkan semua personil Satpol PP yang kami miliki untuk menjaga keamanan dan kenyaman masyarakat termasuk merazia para pemuda dan remaja yang memanfaatkan malam pergantian tahun dengan tindakan asusila,” demikian disampaikan Soemarno, Kepala Dinas Bakesbangpol Linmas Surabaya kepada hidayatullah.com.
Selain malam Tahun Baru yang harus bersih dari maksiat asusila, pada Tahun Baru 2014 pemerintah kota (Pemkot) Surabaya berusaha semakimal mungkin mengatur ketertiban dan kemanan kota.
Salahsatu langkah yang diambil dalam rangka menjaga kondisi nyaman dan aman di lingkungan kota adalah dicanangkannya Car Free Night (CFN) pada malam Tahun Baru.
Sementara itu di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melarang seluruh warga melakukan aksi-aksi konvoi pada malam pergantian tahun.
“Pada malam tahun baru nanti, tidak boleh ada warga yang melakukan konvoi. Lebih baik semuanya datang saja ke acara Jakarta Night Festival (JNF),” kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin dikutip Antara.
Menurut Jokowi, aksi-aksi konvoi dapat memicu terjadinya gesekan antarwarga sehingga membuat kericuhan dan menimbulkan kerawanan di lingkungan tempat tinggal.
Sementara Kepala Polisi Daerah Riau Brigjen Condro Kirono mengimbau masyarakat di berbagai kabupaten dan kota untuk merayakan malam Tahun Baru 2014 tanpa penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).
“Hindari narkoba karena itu justru akan membawa bencana bagi diri sendiri dan orang lain,” kata Condro kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa.
Selain narkoba, Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak berpesta minuman keras dan hura-hura di malam pergantian tahun nanti.
Menurut dia, perayaan yang dilakukan dengan hura-hura dan mabuk-mabukan juga akan mendatangkan hal negatif untuk diri sendiri dan orang lain.
“Sebaiknya, perayaannya itu dilaksanakan dengan berbagai kegiatan positif. Atau dengan cara yang sederhana saja,” kata dia.*