Hidayatullah.com–Kubu RW (22), mahasiswi Universitas Indonesia (UI) yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang akan memeriksa penyair Sitok Srengenge (46) yang diduga menjadi pelaku dalam kasus itu. Rencananya, Sitok akan diperiksa Rabu hari ini (05/03/2014) di Polda Metro Jaya.
“Saya dan kuasa hukum RW lainnya, mengucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap langkah kepolisian untuk memeriksa Sitok,” kata Iwan Pangka salah satu Kuasa Hukum dalam siaran pers, Selasa (04/03/2014) dikutip Jpnn.
Iwan berharap polisi memeriksa Sitok secara seksama, detail dan komprehensif sehingga unsur pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang mengatur jerat tentang perkosaan dapat terpenuhi.
“Saya juga mengimbau agar Sitok dengan jujur mengakui kekerasan seksual yang dilakukannya terhadap RW,” kata Iwan.
Ditambahkannya, seharusnya Sitok berani menghadapi proses hukum dan tidak berlindung pada alasan, alibi serta dalih yang sulit diterima nalar. Iwan menyebut kubu Sitok melalui berbagai pihak berupaya menempuh cara damai.
“Namun yang pasti selama dalam proses hukum maupun proses mencari keadilan, saya dan tim kuasa hukum lainnya, tidak pernah sedikitpun berhubungan dengan Sitok yang lebih dikenal dengan julukan Sitok Srengenge,” ujarnya.
Iwan menambahkan, RW sebagai korban menolak keras adanya perdamaian. Sebab, laporan terhadap Sitok sebagai pelaku kekerasan seksual harus dipertanggungjawabkan di mata hukum.
“Saya atas nama tim kuasa hukum ingin mengetuk hati nurani Sitok untuk tidak mempersulit proses hukum demi masa depan dan pemulihan psikis korban. Keadilan bukan hanya akan berdampak positif kepada RW sebagai korban Sitok tapi juga korban kekerasan seksual lainnya,” pungkas Iwan.
Sepeti diketahui, nama penyair yang pernah aktif di Komunitas Salihara asuhan Goenawan Muhammad ini sempat mengagetkan masyarakat Indonesia karena keterlibatannya dalam dugaan pelecehan seksual.
Sitok dilaporkan RW seorang mahasiswi sebuah universitas di Jakarta ke Markas Polda Metro Jaya, Jumat (29/11/2013) diantar kuasa hukum dan sejumlah kerabatnya, termasuk sejumlah dosen UI. Korban mengaku diperkosa Sito dan hamil (kini sudah melahirkan).
Belakangan, rupanya masih ada korban-korban lain yang diduga dilakukan oleh Sitok.
Saras Dewi, dosen yang selama ini dikenal sebagai pendamping RW mengaku, korban-korban Sitok menggunakan modus sama.
“Dia (korban ketiga) juga tertarik puisi-puisi Sitok,” kata dosen UI, Saras Dwi, dikutip The Jakarta Post, Senin (16/12/2013).
Saras Dewi mengatakan, modus yang diduga dilakukan Sitok sama dengan yang dia lakukan terhadap RW. Yakni menggunakan statusnya sebagai penyair terkenal untuk bisa melakukan hubungan seks dengan korbannya.
“Juga dikasih alkohol,” ujar Sarasdewi menambahkan terjadi persetubuhan antara keduanya.*