Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Prospek Demokrasi Pasca Pilpres Masih Buram

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate: 19 Juni 2014 14:40 2:40 pm
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 19 Juni 2014 14:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pergeseran dari Orde Baru ke Orde Reformasi yang telah berjalan selama 16 tahun di Indonesia sering tampak sebagai pergeseran dari situasi otoriter menuju situasi lemah otoritas.

Padahal,demokrasi sendiri memang tidak menghendaki yang pertama (otoriter),tapi juga tidak bisa berjalan tanpa yang kedua (otoritas).

Demikian diungkapkan pengamat politik Prof.Dr.Siti Zuhro,MA saat diskusi acara publik yang diselenggarakan MUI Jabar di Kota Bandung,Rabu (18/06/2014).

Lebih lanjut Zuhro mengemukakan,Orde Reformasi yang telah melahirkan banyak peraturan dalam segala bidang,tetapi juga terlihat kapasitas Negara untuk menegakkan peraturan  peraturan tersebut tampak lemah. Menurutnya demokrasi yang berjalan di Indonesia saat ini tanpa nomokrasi.

“Mengapa kita perlu konsolidasi demokrasi dan perbaikan kualitasnya? Karena demokrasi harus berkorelasi positif terhadap kualitas pemerintahan yang melayani,meningkatkan kapasitas dan efektivitas nya dalam merencanakan dan mengeksekusi kebijakan serta menegakkan hukum secara tegas,bersih dan transparan,”jelasnya dalam acara bertema, ”Prospek Kualitas Demokrasi di Indonesia Pasca Pilpres 2014.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia menambahkan hingga saat ini Orde Reformasi yang sebelumnya membawa harapan besar justru menyimpan banyak persoalan,seperti korupsi,kemiskinan,persoalan hukum,tingkat pendidikan rakyat yang rendah,pemilih yang pragmatis hingga politik yang cenderung transaksional. Hal ini menurutnya karena ketidakmampuan para politikus untuk membangkitkan kepercayaan rakyat. Selain itu timbulnya ketidakpercayaan rakyat karena parpol dan pemimpin politik tidak mampu menjawab masalah-masalah kolektif.Mereka lebih menunjukan solidaritas antar parpol koalisi dan bergaya hidup elitis ketimbang memperhatikan dan memperjuangkan kepentingan rakyat serta turun ke bawah jika kampanye saja.

“Dengan melihat demokrasi dan politik serta budaya politik saat ini,saya rasa  prospek demokrasi usai Pilpres juga tampaknya masih belum cerah,”simpulnya.

Namun begitu,sambung Zuhro,akan cerah bila ada dukungan aktor dan elit politik dalam mendorong konsolidasi demokrasi seperti mengubah perilaku yang positif,menghilangkan gaya elitis,pro rakyat dan menunjukan sikap teladan.

Sementara itu pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar), Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf,MH berpendapat bahwa proses demokrasi yang tengah berlangsung di Indonesia belum banyak memberi dampak positif pada kehidupan terutama kesejahteraan rakyat.Tetapi justru telah melahirkan pertikaian,dendam,saling hujat,kritik tajam,konflik dan seolah menjauhkan dari uapaya memakmurkan serta mencerdaskan rakyat.

“Rakyat yang seharusnya diposisikan sebagai penguasa tertinggi dalam arena perpolitikan, justru dijerumuskan,dipinggirkan dan diasingkan.Banyak keputusan politik yang justru tidak melibatkan rakyat dan sebaliknya malah menyengsarakan rakyat,”ungkapnya.

Asep mengambil contoh ajang pemilihan kepala daerah,legislatif hingga presiden dengan biaya yang tidak sedikit,cenderung menghamburkan biaya,munculnya konflik horizontal yang diikuti tindakan anarkis antar pendukung namun tragisnya adalah hasilnya tidak memuaskan. Kondisi ini ,sambungnya,masih diperparah maraknya praktek politik uang,kecurangan,kampanye hitam,penyalahgunaan wewenang dan fasilitas Negara oleh pejabat Negara yang merangkap pejabat parpol,tidak netralnya birokrasi hingga munculnya kasus penyelenggara pemilu yang berpihak pada salah satu parpol atau kandidat.

“Jika kondisi demikian tidak segera diperbaiki maka bisa timbul bencana demokrasi atau darurat demokrasi.Tentu saja yang harus diselamatkan terlebih dulu adalah rakyat,jika tidak rakyat akan lebih banyak menjadi korban dan mengalami kerugian,”tegasnya.

Senada dengan Zuhro, Asep juga berpendapat jika tidak ada upaya perbaikan yang massif dan signifikan maka kualitas dan wajah demokrasi di Indonesia masih akan buram pasca pilpres. Sementara upaya yang bisa dilakukan diantaranya pembenahan dan perbaikan system,perilaku politikus yang positif,jujur,sederhana,berwibawa,santun,pro rakyat serta mampu menunjukan keteladanan.

“Produk perundang-undangannya sudah baik namun jika dalam pelaksanaannya tidak jalan atau tarik ulur kepentingan antar elit maka juga tidak berfungsi atau berpihak pada rakyat. Rakyat harus mendorong upaya perbaikan demokrasi tersebut agar menjadi berkualitas seperti yang diharapkan bersama,” himbaunya.

Untuk dirinya berharap dalam berdemokrasi khususnya menjelang pilpres nanti rakyat tidak terjebak dalam politik uang, pragmatis dan menolak politik transaksional.Di harapkan rakyat khususnya umat Islam semakin cerdas dengan mengamati dan mempelajari Capres-Cawapres yang meski mungkin tidak ada pasangan yang ideal atau sempurna.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemalsuan Buku Nikah Revisi PP Nikah Selesai Oktober
Tulisan selanjutnya MUI Jabar: Umat Islam harus lebih Cerdas Memilih Capres

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?