Hidayatullah.com- Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) mengatakan, Senin 7 Maret 2016 kemarin, Dewan Pers memanggil GPII selaku pihak pengadu dan Tempo selaku pihak yang diadukan untuk memeriksa dan klarifikasi aduan GPII terkait kesalahan tempo dalam mengutip hasil wawancara dengan Kepala Bidang Dakwah PP GPII, Nanang Qasim.
“Pertemuan antara GPII dan Tempo dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan diakhiri sekitar 15.30 WIB,” ujar Karman seperti dalam rilisnya kepada hidayatullah.com, Selasa (08/03/2016).
Dalam pertemuan tersebut, jelas Karman, disepakati bahwa pihak Tempo mengakui kesalahan tulis berita 27-28 Februari 2016 itu dan tempo akan meminta maaf secara terbuka di medianya. [baca: Karman BM Sebut Tempo Mengaku Salah Tulis Berita Tentang GPII].
Selain itu, akan dilakukan wawancara ulang kepada nara sumber dalam waktu dekat supaya kerugian yang dirasakan GPII secara kelembagaan ataupun Nanang Qosim selaku personal bisa terbayarkan.
Kesepakatan pengadu (GPII) dan pihak yang diadukan (Tempo) tersebut tertuang dalam Risalah Penyelesaian Pengaduan GPII Terhadap Koran Tempo, ditandatangani oleh Nanang Qosim (Pengadu), Daru Priyambodo (Pihak Teradu atau Pemimpin Redaksi Harian Tempo), Yosep Adi Prasetyo (Wakil Ketua Komisi Pengaduan Dewan Pers) dan Imam Wahyudi (Wakil Ketua Komisi Pengaduan Dewan Pers).
“Pertemuan tersebut dihadiri Leo Batubara (anggota Dewan Pers), saya sendiri dan beberapa crew harian Tempo maupun beberapa kader GPII lainnya,” ungkap Karman.
Sementara itu, saat dihubungi secara terspisah Karman mengatakan, dalam pertemuan tersebut menurut Dewan Pers pihak Tempo telah melakukan pelanggaran kode etik. Tetapi, dirinya tidak bisa menjelaskan pelanggaran apa saja sebab itu bukan wewenangnya, melainkan wewenang Dewan Pers.
“Selain itu, sebagaimana yang disampaikan salah satu Wakil Ketua Bidang Pengaduan Dewan Pers, Tempo mengaku menyesal karena telah salah mengutip dalam wawancara dengan GPII,” kata Karman melalui sambungan telepon kepada hidayatullah.com, Selasa (08/03/2016) pagi.