Hidayatullah.com–Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Alava Research Center merilis survei terkait potret keberagaman Muslim di Indonesia.
CEO Alava Research Center, Hasanuddin Ali mengatakan, banyak perubahan demografi yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Seperti, kelas menengah tumbuh menjadi paling banyak sebesar 62,8 persen, pertama kalinya jumlah lelaki lebih banyak, serta penduduk berusia milenial (20 sampai 39 tahun) yang menempati porsi terbanyak, sebesar 34 persen.
“Implikasinya wacana pemikiran dan ideologi semakin beragam. Serta pola pikir yang lebih rasional,” ujarnya di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (30/01/2017).
Said Aqil: Orang yang Anggap FPI Bela Islam Pemahaman Islamnya Rendah
Beberapa poin dalam survei tersebut memaparkan, sebanyak 95,5 persen responden mengatakan agama berperan penting dalam kehidupan. Dengan rincian 53,9 persen menyebut penting sekali, 41,6 sangat penting, 3,3 persen agak penting, sisanya kurang penting dan tidak tahu.
Terkait frekuensi menghadiri acara keagamaan. Responden yang menghadiri acara keagamaan lebih dari seminggu sekali sebesar 5,7 persen, seminggu sekali 28,8 persen, dua kali sebulan 18,8 persen, sekali sebulan 15,2 persen, beberapa kali setahun 26,5 persen, tidak pernah 5,0 persen.
“Untuk yang tidak pernah mengikuti acara keagamaan terbanyak terdapat pada usia 17-25 tahun dengan prosentase 13,6 persen. Sedangkan yang paling sering hadir yaitu pada usia 56-65 tahun sebanyak 8,7 persen,” kata Hasan.
Sementara untuk frekuensi Shalat 5 Waktu. Responden yang selalu lima waktu dan berjama’ah sebanyak 2,9 persen, selalu lima waktu dan kadang-kadang berjama’ah 22,0 persen, sering lima waktu dan sering berjama’ah 15,2 persen, sering lima waktu 41,8 persen, kadang-kadang lima waktu 17,1 persen, dan sama sekali tidak shalat 0,9 persen.
Hasan menjelaskan, survei tersebut dilakukan dengan metode tatap muka terhadap 1626 responden multi stage ramdom sampling dengan margin error sebesar 2,46 persen. Survei dilakukan selama rentang November hingga Desember 2016 terhadap usia 27 sampai 65 tahun di 34 provinsi seluruh Indonesia.*