Hidayatullah.com– Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Rasyid Baswedan, mengaku bangga Indonesia, khususnya Kota Padang, menjadi tuan rumah pertemuan ulama dan dai se-Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika ketiga kalinya.
Anies mengungkapkan, sudah seharusnya Indonesia bisa menjadi pemain dunia. Indonesia tidak boleh sekadar memikirkan lingkar dalam batas wilayahnya saja.
Baca: Muhammadiyah: Umat Islam Paling Siap Hidup dalam Kebhinnekaan
Menurutnya, dengan menjadi tuan rumah Indonesia bisa menunjukkan kepada dunia Islam bagaimana Islam dan kedamaian hadir di negeri ini.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menilai, Indonesia berhasil mengelola kebinekaan yang luar biasa, di negeri yang terdapat lebih dari 700 bahasa dan 400 suku.
Baca: Gubernur Sumbar Buka Pertemuan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika
Maka, terangnya, para dai yang berasal dari luar Indonesia akan melihat dari dekat bagaimana kematangan bangsa Indonesia dan umat Islamnya mengelola berbagai aspek kebinekaan.
“Ini kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia. Mereka bisa belajar dan mengambil hikmah dari kita,” ujarnya kepada Islamic News Agency (INA), jaringan kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU), usai acara pembukaan pertemuan di Masjid Raya Sumatera Barat, Kota Padang, Senin (17/07/2017).
Baca: Bahas Persatuan Umat, Ratusan Ulama dan Dai Dunia Kumpul di Padang
Terkait tema yang diangkat, yakni tentang persatuan umat, Anies menekankan, persatuan harus diberi pondasi, yaitu keadilan. Yang kemudian menghadirkan kedamaian dan kedamaian menghadirkan persatuan.
“Ini yang penting kita garis bawahi,” pungkasnya.*