Hidayatullah.com– Sampai semalam, Rabu (23/10/2017), jagad media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang menyebar luas dan masif (mem-viral), menayangkan yang disebut “pesta minuman keras/miras” pada sebuah acara.
“Pesta miras” itu disebut-sebut digelar pada acara gathering J&T Express, sebuah perusahaan jasa kurir/pengiriman, pada Senin (23/10/2017) lalu di Ritz -Carlton, Pacific Place, Jakarta.
Penelusuran hidayatullah.com, semalam, video tersebut diunggah oleh pemilik akun media sosial di Facebook dengan nama Dania Setiabudi.
“Para pengikut kapitalis sedang pesta pora. Setiap meja disediakan minuman keras. Banyak yang tidak sadar, mereka sedang diajak mengkhianati bangsa, umat, dan keluarganya,” tulisnya dalam keterangan pada unggahan videonya itu, tertanggal 23 Oktober 2017.
“Penjajahan masa kini berbeda dengan jaman dulu. Dulu kita berperang fisik. Sekarang mereka menebarkan ideologi keserakahan (kapitalis), dengan VALUE: duit, duit, duit,” lanjutnya.
Baca: Polisi Bunuh Diri Usai Pesta Miras, Fahira: Pengingat buat Presiden dan Mendagri
Ia pun mempersilakan siapa saja untuk membagikan (share) video itu sebanyak-banyaknya.
“Silahkan share sebanyak mungkin, tidak perlu ijin. Mau di-copas juga silahkan. Pakai HASHTAG yang sama. Semoga jadi pengingat buat semua. Semoga yang tidak/belum sadar segera kembali ke jalan kebaikan. #SayNoToJnT #GatheringJnT,” tulisnya.
Unggahan itu hingga Rabu malam pukul 21.57 WIB sudah dibagikan sedikitnya sebanyak 6.034 kali dan menuai beragam komentar.
“Terima kasih informasi nya ini mas Dania Setiabudi akhirnya kita membuka mata bahwa yg kita anggap biasa ternyata bahaya,semoga tetap istiqomah dalam menyampaikan kebaikan buat kita semua,” tulis Dania Dafa Drea dalam kolom komentar unggahan itu.
Dalam video itu, tampak sekelompok orang berpakaian seragam merah -warna khas perusahaan kurir itu- sedang mengeliling sebuah meja pada sebuah acara. Mereka bersulang dengan gelas berisi minuman masing-masing -yang belum diketahui jenis pastinya. Salah satu darinya seorang pria berkacamata yang isi gelasnya seperti khas minuman beralkohol, dilihat dari warna maupun gumpalan busa di bagian atasnya.
“Saya cinta Indonesia, saya cinta kamu,” sebut pria berkacamata yang terlihat berparas -dan terdengar berlogat- mirip warga Tionghoa itu. Ia mengucapkan itu sambil bersulang dengan dan menunjuk teman-teman minumnya, lalu badannya tampak agak terhuyung, maju dan mundur. Ia pun disambut tawa orang-orang diduga koleganya itu. Di sekeliling mereka tampak ramai puluhan bahkan mungkin ratusan orang lain berseragam serupa.
Baca: HNW: Kebijakan Pemerintah Soal Miras Sangat Tidak Jelas
Sementara itu, penelusuran hidayatullah.com, terkait video tersebut, pihak J&T Express melalui pernyataan resmi PT Global JET Express menyampaikan permohonan maafnya dilansir Rabu (25/20/2017). Yaitu sebagai berikut:
“Pelanggan J&T Express, serta masyarakat Indonesia yang kami hormati, Kami telah menerima beberapa masukan mengenai acara customer gathering yang kami gelar pada hari Senin, 23 Oktober 2017.
Beberapa dari masukan tersebut meminta kami untuk lebih sensitif menyangkut keberagaman bagi para customer yang hadir di acara tersebut.
Kami sepakat dan kami meminta maaf atas kejadian yang mungkin telah menyinggung beberapa komunitas, budaya, dan agama di Indonesia.
Ini adalah kesalahan yang tidak akan kami lakukan di masa mendatang.
Sekali lagi kami meminta maaf atas kejadian tersebut, dan kami berterima kasih atas masukan yang akan kami jalani dengan sungguh-sungguh.
Salam, Management J&T Express.”
Baca: MUI Minta Kepolisian Usut Tuntas ‘Pemalsuan Label Halal pada Miras’
Pasca merebaknya video itu, warganet ramai menyuarakan kampanye boikot perusahaan itu. Bahkan tak sedikit yang mengaku sudah enggan menggunakan jasa kuris perusahaan itu.
Hingga berita ini dimuat, hidayatullah.com sedang dalam upaya mengonfirmasi langsung Dania Setiabudi soal video unggahannya itu. Pesan pribadi yang kami layangkan belum ada balasan.*