Hidayatullah.com– Pendidikan bukan hanya persoalan keilmuan dan tetek bengeknya. Yang juga penting dari pendidikan adalah tujuan yang ingin dicapai dari proses yang dijalaninya.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI -yang membidangi pendidikan- Dr Ir Hetifah Sjaifudian mengingatkan soal tujuan pengelolaan pendidikan di negeri ini tentu bagi pendidik dan anak didiknya sekaligus.
“Bahwa pendidikan itu adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” ujarnya saat bersilaturahim yang dirangkai acara Penyerahan Bantuan Pengolahan Air Siap Minum oleh Kemristekdikti di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/11/2018), sekaligus dilakukan peresmian unit pengolahan air dimaksud.
Dalam rangka mencapai tujuan itulah, Hetifah yang juga tokoh masyarakat Kaltim menyatakan bahwa pendidikan tak lepas dari unsur-unsur lain yang mendukung, seperti kesehatan fisik dan rohani.
“Mens sana in corpore sano,” ia mengutip sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang artinya “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.”
Baca: Kemristekdikti-DPR Dorong Perekonomian Ormas Hidayatullah
Hetifah pun berharap dari Pondok Pesantren, sebagai salah satu lembaga pendidikan apalagi berbasis agama, lahir para pemimpin bangsa ke depan.
Menurutnya saat ini bangsa Indonesia menghadapi krisis, secara khusus ia menyebut banyak kritikan terkait politisi. Ia mengaku anaknya tidak mau menjadi politisi karena politisi dikesankan sebagai sosok yang hidup bermewah-mewahan dan korupsi.
“Bukan itu kan yang diinginkan oleh KH Abdullah Said itu,” ujarnya menyebut nama Pendiri Hidayatullah tersebut.
Di samping itu, Hetifah mengajak pondok pesantren untuk berinovasi, secara khusus inovasi-inovasi di bidang ekonomi.
“Harus ada inovasi baru. Kita harus bisa loncat mengerjakan ketertinggalan kita dari negara-negara lain,” ujarnya di depan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti Dr Jumain Appe, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana, serta jajaran pengurus pesantren, Mushida, dan santri.
Hetifah juga sempat menyinggung Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Agama yang tengah dibahas di DPR.
Ia mengatakan jika nantinya RUU ini lolos jadi UU, diharapkan dengan itu pemerintah memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan di pesantren.
Ia memohon doa agar diberi kesehatan dan kegigihan dalam meneruskan aspirasi masyarakat Kaltim, “khususnya pondok pesantren,” ujarnya.
Untuk diketahui, di Gunung Tembak akan digelar Silatnas Hidayatullah pada 20-25 November mendatang.*